Muhammadiyah Gelar Kongres Sejarawan, Perlu Peta Sejarah Organisasi

- Sabtu, 27 November 2021 | 12:24 WIB
Ketua MPI PP Muhammadiyah Dr Muchlas MT saat menyampaikan gagasan dalam Kongres Sejarawan Muhammadiyah.(suaramerdeka.com / dok Muhammadiyah)
Ketua MPI PP Muhammadiyah Dr Muchlas MT saat menyampaikan gagasan dalam Kongres Sejarawan Muhammadiyah.(suaramerdeka.com / dok Muhammadiyah)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Sejarah panjang Muhammadiyah belum terdokumentasikan secara lengkap terlebih dalam virtual.

Narasi-narasi sejarah Muhammadiyah boleh dibilang sedikit dibandingkan dengan organisasi keagamaan lainnya.

"Karena itu perlu dan penting memetakan, mengulas dan mengekspos sejarah kemuhammadiyahan dengan perspektif baru dan kekinian. Inilah tantangan bagi sejarawan Muhammadiyah,'' tandas Ketua Majelis Pustakan dan Informasi PP Muhammadiyah, Dr Muchlas MT dalam Kongres Sejarawan Muhammadiyah 2021 yang berlangsung di Amphitarium Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, kemarin.

Di depan peserta kongres yang berlangsung secara daring dan luring, ia menegaskan sejarah memiliki peran sentral dalam kehidupan manusia khususnya persyarikatan Muhammadiyah.

Baca Juga: Ini Daftar Lengkap Pemain yang Lolos BWF World Tour Final 2021

Rektor UAD tersebut berharap para sejarawan dapat merumuskan konstruksi pemikiran sejarah sesuai dengan konteks zamannya.

Ketua PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir pada kesempatan itu mengungkapkan Islam memiliki peran besar dalam kemerdekaan Indonesia.

Para pemimpin Islam dan Muhammadiyah telah memberikan pemikiran moral tidak hanya pada masa perjuangan tetapi juga jauh ke depan.

Menurutnya kejadian masa lalu tidak hanya tercatat namun memiliki peran di masa mendatang, sehingga digagas perlunya memperkaya pemahaman tentang sejarah supaya masyarakat tidak terjebak pada pemikiran sempit.

Baca Juga: ITDRI Festival, Virtual Event untuk Dukung Pengembangan Digital talent Indonesia

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X