Gebrak Bayi, Tradisi Berkah Si Buah Hati

- Jumat, 26 November 2021 | 22:28 WIB
Orang sepuh berdoa dan menyiapkan uba rampe sebelum melakukan tradisi gebrak bayi.(Foto: ist)
Orang sepuh berdoa dan menyiapkan uba rampe sebelum melakukan tradisi gebrak bayi.(Foto: ist)

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Anak merupakan salah satu dambaan semua orang yang sudah berkeluarga.

Setelah seseorang menikah, pasangan tentu sangat menantikan buah hati karena dengan memiliki anak mereka akan menjadi orang tua dan rumah tangga terasa sempurna.

Setelah jabang bayi lahir ke dunia, ada sebagian masyarakat yang melakukan tradisi.

Baca Juga: Bambang Eko: Pernyataan Junimart Girsang Sangat Menyakitkan, Harus Disanksi

Terutama masyarakat Jawa yang masih kental dengan tradisi turun temurun sejak dahulu. Tradisi tersebut disesuaikan dengan daerah masing-masing.

Salah satunya tradisi gebrak bayi di Dusun Bendungan, Desa Lebak, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri.

Sesuai dengan namanya, tradisi tersebut merupakan prosesi gebrak pada jabang bayi, yang dilaksanakan setiap 35 hari sekali tepatnya pada hari weton Jawa si jabang bayi.

Bayi digebrak mendadak supaya kelak ketika dewasa tidak menjadi orang yang kagetan, gumunan.

''Tradisi yang kami lakukan ini sudah turun temurun dari nenek moyang. Tradisi tersebut tidak turun secara cuma-cuma karena pada dasarnya tradisi yang dilakukan memiliki tujuan penting bagi jabang bayi,'' tutur salah satu orang sepuh Suripno.

Baca Juga: 8.008 Pelari Siap Ramaikan Borobudur Marathon 2021

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X