Tekan Kasus Stunting dengan Optimalkan Peran Kampung KB

- Jumat, 26 November 2021 | 22:11 WIB
Wali Kota Magelang, dr Muhammad Nur Aziz menyampaikan arahannya di hadapan para peserta One Day Tour Optimalisasi Kampung KB yang diadakan oleh DP4KB Kota Magelang di Hotel Puri Asri. (SM/Asef F Amani)
Wali Kota Magelang, dr Muhammad Nur Aziz menyampaikan arahannya di hadapan para peserta One Day Tour Optimalisasi Kampung KB yang diadakan oleh DP4KB Kota Magelang di Hotel Puri Asri. (SM/Asef F Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com - Pemkot Magelang bertekad terus menekan jumlah anak penderita stunting di Kota Magelang agar makin menurun.

Upaya pencegahan pun terus dilakukan oleh segenap elemen, tidak hanya dinas terkait tapi juga masyarakat.

Wali Kota Magelang, dr Muhammad Nur Aziz mengatakan, setidaknya sejauh ini ada 62 kasus anak stunting di Kota Tidar.

Jumlah ini diharap terus berkurang tiap tahun sampai betul-betul nol stunting.

Baca Juga: ‘All Too Well’ Versi 10 Menit Taylor Swift Puncaki Semua Chart Billboard, Begini Liriknya

“Bagaimana kita siapkan generasi baru terbaik kalau masih ada stunting. Kalau masih ada stunting, menunjukkan kesehatan di kota tidak bagus. Harus kita tekan sampai nol dengan program-program terbaik,” ujarnya saat One Day Tour Optimalisasi Kampung KB di Hotel Puri Asri.

Dia menuturkan, stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam kurun waktu lama.

Hal ini menyebabkan kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya.

“Maka, pencegahannya sedini mungkin asupan gizi ke anak harus tercukupi. Adanya Kampung KB ini tentu diharap dapat membantu pencegahan stunting ini. Para relawan saya minta ikut menangani ini dan menjaga agar tercipta keluarga berkualitas,” katanya.

Baca Juga: Kriteria Kandidat Ketua Asprov PSSI Jateng Diubah, Komite Pemilihan Salin Statuta

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X