Kebutuhan Bantuan Air di Cilacap Bertambah, Stok masih Aman

- Jumat, 11 Juni 2021 | 07:00 WIB
BANTUAN:  BPBD Cilacap menyalurkan bantuan air untuk warga terdampak kekeringan di Desa Cinangsi, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap. (suaramerdeka.com / dok)
BANTUAN: BPBD Cilacap menyalurkan bantuan air untuk warga terdampak kekeringan di Desa Cinangsi, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap. (suaramerdeka.com / dok)

CILACAP, suaramerdeka.com - Hingga melewati pekan pertama bulan Juni 2021 ini, kebutuhan bantuan air dari wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Cilacap terus bertambah.

Namun demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap memastikan, stok air bantuan hingga saat ini masih cukup aman.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Tri Komara Sidhy Wijayanto mengatakan, pengiriman bantuan air bersih bagi warga terdampak bencana kekeringan sampai dengan Kamis (10/6/2021) sebanyak 33 tangki.

Bantuan itu menyasar 3.912 keluarga dengan jumlah 13.473 jiwa di 14 desa dalam tujuh kecamatan. Jumlah penyaluran bantuan air itu bertambah, ketika dibandingkan dengan sehari sebelumnya.

Baca Juga: Keliling Kota, Dinkominfo Kota Pekalongan Ajak Warga Terapkan Prokes

Pada Rabu (9/6/2021), BPBD mendata, jumlah penyaluran bantuan air sebanyak 31 tangki. Bantuan itu, kata dia mengandalkan alokasi dari APBD tahun anggaran 2021 Kabupaten Cilacap.

Pada tahun ini, Pemkab Cilacap melalui anggaran itu mengalokasikan Rp 90 juta.

"Anggaran (Rp 90 juta) itu sekurang-kurangnya bisa digunakan untuk pengadaan 180 tangki air, sehingga ketika sampai saat ini penyalurannya sudah 33 tangki, untuk stok bantuan masih aman," ujarnya.

Dia mengharapkan, stok bantuan itu tetap aman dan mencukupi kebutuhan warga terdampak kekeringan sampai dengan musim kemarau berakhir.

Baca Juga: Diskriminasi Karyawan Muslim, JBS Produsen Daging Amerika di Denda 5,5 Juta USD

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X