Potensi Banjir dan Tanah Longsor, Tingkatkan Kewaspadaan

- Rabu, 24 November 2021 | 16:54 WIB
Ilustasi badai La Nina /pixabay
Ilustasi badai La Nina /pixabay

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Menjelang akhir tahun ini, Indonesia diprediksi menghadapi La Nina sehingga berpotensi bencana banjir dan tanah longsor.

Keberadaan La Nina dan musim hujan meningkatkan peluang terjadinya hujan yang cukup tinggi.

Karena itu pemerintah pusat dan daerah serta masyarakat harus waspada.

Pakar Iklim dan Bencana UGM, Dr Emilya Nurjani mengatakan dampak La Nina yakni hujan yang cukup tinggi bahkan di beberapa tempat menghasilkan hujan ekstrim di atas 100 mm/hari sehingga dapat menimbulkan bencana antara lain banjir, longsor yang biasa disebut sebagai bencana hidrometeorologis.

Baca Juga: Jelang Libur Nataru, Dua Rumah Singgah Covid-19 Terpusat Disiagakan

"Meski La Nina merupakan fenomena iklim dengan siklus tahunan per dua, tiga, lima, tujuh tahunan sekali potensi curah hujan yang turun di wilayah Indonesia akan tinggi dan berisiko menciptakan bencana."

"Siklon juga menambah bencana gelombang tinggi di pesisir dan gelombang badai," paparnya.

Menurut Emilya, hampir semua wilayah indonesia terkena dampak La Nina dengan tingkat risikonya berbeda.

Bila terjadi siklon, mempunyai potensi dampak hingga wilayah 500 kilometer dari pusat siklon.

Baca Juga: Bahaya Buang Ingus Terlalu Kuat, Begini Cara yang Aman

Siklon terbentuk di lautan sehingga dampak langsung memang terutama wilayah pesisir.

Ia mengingatkan wilayah-wilayah yang rawan banjir dan longsor sebaiknya segera melakukan mitigasi saat BMKG mulai mengeluarkan prediksi.

Setiap ada curah hujan lebat, penduduk harus melakukan evakuasi ke tempat yang aman.

"Perlu ronda malam untuk antisipasi banjir dan longsor. Tetapi kalau di wilayah tersebut sudah ada alat alarm bencana longsor, ikuti saja bunyi sirine," imbuhnya.

Baca Juga:  Olivia Rodrigo, Artis Termuda Kedua Raih Empat Nominasi Utama Grammy Award 2022

Kebijakan pemerintah melalui Kementerian PUPR yang akan mengosongkan ratusan waduk dan bendungan untuk menampung hujan yang datang saat La Nina, menurutnya tidak begitu efektif.

Pasalnya banyak waduk dan bendungan di Indonesia sekarang ini posisi ketinggian air sudah di titik terendah kecuali waduk-waduk besar.

Ia menyaranlan volume waduk tidak dibuang semua, tetapi dikurangi per kejadian hujan. Jadi dihitung volume angka aman yang harus dipertahankan.

Begitu hujan tinggi, pintu waduk dibuka dan volume dikurangi sedikit demi sedikit menyesuaikan hujan yang masuk.

Halaman:
1
2

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gelar Haul Gus Dur, PKB dan NU Cilacap Berkolaborasi

Kamis, 13 Januari 2022 | 11:48 WIB
X