Korban Dukun Pengganda Uang Meninggal Dunia, Dikira Karena Covid-19

- Rabu, 24 November 2021 | 15:41 WIB
Polisi menunjukkan barang bukti kasus pembunuhan dukun pengganda uang di halaman Mako Polres Magelang (suaramerdeka.com/Asef F Amani)
Polisi menunjukkan barang bukti kasus pembunuhan dukun pengganda uang di halaman Mako Polres Magelang (suaramerdeka.com/Asef F Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com - Warga sekitar mengira Muarif (52), pedagang sayur di Dusun Karanganyar, Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran meninggal lantaran Covid-19.

Tak ada yang berpikir bahwa dia dibunuh oleh dukun pengganda uang.

Seperti diwartakan, Muarif diduga menjadi orang pertama yang tewas lantaran menenggak air yang mengandung potas alias potasium sianida.

Air itu diberikan oleh IS (57), dukun pengganda uang di Dusun Karangtengah, Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran. Tercatat kejadian terjadi pada 14 Mei 2020.

Baca Juga:  Olivia Rodrigo, Artis Termuda Kedua Raih Empat Nominasi Utama Grammy Award 2022

Kepala Desa Sutopati, Slamet Nursidi menuturkan, Muarif tewas di depan gang rumah IS.

Salah seorang tamu yang tengah berkunjung ke Dusun Karangtengah menemukannya tergeletak di parkiran motor.

Pada waktu itu, Slamet mengingat, gang menuju rumah IS telah tertutup portal lantaran waktu telah larut malam.

Alhasil, mobil dan motor tak bisa masuk dan mesti terparkir di luar gang.

Baca Juga: Polres Salatiga Tangkap Pelaku Penyalahgunaan Obat-obatan Daftar G

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Libur Akhir Tahun, Destinasi Wisata di Sleman Tetap Buka

Minggu, 28 November 2021 | 15:57 WIB

Tembakau Musim 2021 Masih Belum Menguntungkan Petani

Sabtu, 27 November 2021 | 21:49 WIB

Gebrak Bayi, Tradisi Berkah Si Buah Hati

Jumat, 26 November 2021 | 22:28 WIB
X