Jamban Sehat Ber-SNI Dipromosikan Wirausaha Sanitasi di Kadipiro

- Rabu, 24 November 2021 | 06:45 WIB
Peresmian pemanfaatan jamban sehat SNI kepada Joko Santoso di RT 2 RW 16 Ngipong, Kelurahan Kadipiro. (suaramerdeka.com / dok)
Peresmian pemanfaatan jamban sehat SNI kepada Joko Santoso di RT 2 RW 16 Ngipong, Kelurahan Kadipiro. (suaramerdeka.com / dok)

SOLO, suaramerdeka.com - Wirausaha Sanitasi (Wusan) Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo mempromosikan tangki septik atau jamban sehat berstandar SNI di RT 2 RW 16 Ngipong, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Senin (22/11).

Promosi ini sekaligus peresmian bantuan pembangunan jamban sehat kepada keluarga Joko Santoso, warga Ngipong.

"Wusan ini dilatih membuat jamban sehat dan setelah pelatihan didorong mempromosikan kepada masyarakat yang belum memiliki jamban sesuai SNI. Harapannya masyarakat paham mengenai kesehatan dan manfaat memiliki jamban yang kedap,'' kata Arief Susatya, dari USAID IUWASH PLUS Jawa Tengah.

Dijelaskannya, kegiatan promosi ini merupakan bagian dari program pelatihan dan pendampingan masyarakat yang dilakukan Business Development Services (BDS) Sanitasi Center for Micro and Small Enterprise Dynamics (CEMSED) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.

Baca Juga: 1 Desa 1 Sarjana dan Hafidz, Unwahas Kerja Sama dengan Pemkab Blora

Pelatihan dan pendampingan bekerja sama dengan Program Bantuan Rakyat Amerika, Indonesian Urban Water and Sanitation Hygiene, Penyehatan Lingkungan Untuk Semua (USAID IUWASH PLUS).

Program tersebut berlangsung sejak Mei dalam rangka membangun kapasitas wirausaha sanitasi di empat kabupaten/kota di Jateng, yakni Kabupaten Sukoharjo, Kota Surakarta, Kabupaten Magelang, dan Kota Magelang.

"USAID IUWASH PLUS memiliki program yang disebut Local Sustainability and Innovation Component (LSIC) terkait dengan wirausaha sanitasi."

"Bersama BDS Sanitasi Cemsed FEB UKSW, kita membuat program pelatihan, pendampingan, dan promosi. Melalui program tersebut, kita berharap dapat membantu pemerintah untuk menekan angka BABS (Buang Air Besar Sembarangan)," jelas Arief Susatya.

Baca Juga: Tegal Banjir, 32 Lansia Dievakuasi, Warga Mulai Mengungsi di Kantor Kecamatan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Libur Akhir Tahun, Destinasi Wisata di Sleman Tetap Buka

Minggu, 28 November 2021 | 15:57 WIB

Tembakau Musim 2021 Masih Belum Menguntungkan Petani

Sabtu, 27 November 2021 | 21:49 WIB

Gebrak Bayi, Tradisi Berkah Si Buah Hati

Jumat, 26 November 2021 | 22:28 WIB
X