Siswa di Sleman Tes Covid-19 Gunakan PCR, Ini Penjelasan Dinkes

- Selasa, 23 November 2021 | 15:08 WIB
Tes PCR. (foto ilustrasi: pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)
Tes PCR. (foto ilustrasi: pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman masih melanjutkan tes Covid-19 acak bagi siswa.

Bahkan sejak pekan kemarin, tes di jenjang SD dan SMP sudah dilaksanakan dengan metode polymerase chain reaction (PCR). Sebelumnya, uji dilakukan dengan metode swab antigen.

"Pekan lalu kami sudah menerapkan uji PCR bagi pelajar SD dan SMP. Minggu ini mulai menyasar tingkat SMA dan SMK," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Sleman Novita Krisnaeni, Selasa 23 November 2021.

Baca Juga: Erick Thohir Pertanyakan Masuk Toilet SPBU Harus Bayar, Penjaga Toilet: Saya Cuma Kerja Pak

Sejak pembelajaran tatap muka (PTM) digelar pada awal November lalu sampai saat ini, sudah sekitar 1.100 siswa dan guru yang disampling. Hasilnya sejauh ini hanya satu orang yang dinyatakan positif, dan telah tertangani.

Menurut Novita, penggunaan PCR untuk uji Covid-19 sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat.

Tes PCR dinilai lebih menguntungkan karena tidak butuh entry exit test. Sementara, swab antigen perlu dilanjutkan dengan PCR pada hari kelima untuk exit test.

Baca Juga: Pabrik Dua Kelinci Pati Kebakaran, Asap Hitam Muncul dari Balik Bangunan

"Tes Covid-19 tetap akan rutin kami selenggarakan. Jika semua sekolah sudah tersasar, nanti akan diulang lagi jadwalnya," terang dia.

Dalam tiap kali pelaksanaan tes, Dinkes menargetkan sampling 10 persen siswa dan guru. Apabila jumlah warga sekolah kurang dari 300 orang maka akan diambil setidaknya 30 sasaran.

"Tidak butuh waktu lama untuk mengetahui hasilnya, hanya satu atau dua hari saja. Karena memang sasarannya tidak banyak, dan sarpras laboratorium juga mendukung," imbuh Novita.

Baca Juga: Lewat Gambar, Siswa SD Wonowoso Tuangkan Ekspresi Dukung Kampanye Budaya Bersih dan Sehat

Seiring gencarnya testing, program vaksinasi Covid-19 bagi siswa juga terus berjalan. Awal tahun depan, pemerintah berencana memberikan vaksin bagi anak usia 6-11 tahun.

Mengacu data Dinas Pendidikan (Disdik) terdapat sekitar 70.000 pelajar rentang usia tersebut di Sleman.

Adapun siswa berusia 12 tahun terdata kurang lebih 7.000 orang, dan sudah 5.000-an yang memperoleh vaksin.

Halaman:
1
2

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penduduk Miskin Jawa Tengah Turun 175,74 Ribu Orang

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:20 WIB

Polres Boyolali Musnahkan 300 knalpot Brong

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:57 WIB
X