Gawat, Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Rembang Tersisa 15 Persen

- Rabu, 9 Juni 2021 | 21:55 WIB
Satgas Covid-19 Kabupaten Rembang menggencarkan tracing hingga pelosok desa untuk memutus mata rantai penyebaran kasus baru Covid-19. suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa
Satgas Covid-19 Kabupaten Rembang menggencarkan tracing hingga pelosok desa untuk memutus mata rantai penyebaran kasus baru Covid-19. suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa

REMBANG, suaramerdeka.com – Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Rembang membuat kapasitas ruang isolasi di RSUD dr R Soetrasno semakin menipis.

Data per 9 Juni 2021, kapasitas ruang isolasi di rumah sakit plat merah tersebut hanya tersisa sekira 15 persen.

Saat ini sudah ada 103 pasien Covid-19 yang dirawat, dengan perincian 95 terkonfirmasi positif, serta 8 masuk kategori suspect. Secara ideal, kapasitas maksimal tempat tidur di rung isolasi rumah sakit hanya 120 buah.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Rembang, Aruf Dwi Sulistya menyatakan, saat ini ada 3 klaster penyebaran Covid-19 di Rembang. Pertama adalah panti asuhan di Lasem, klaster sekolah SMA serta klaster rumah tangga.

Baca Juga: Indonesia Keberatan Jika SEA Games 2021 Ditunda

Khusus klaster SMA masa karantina masih tersisa sampai Kamis 10 Juni 2021. Sedangkan klaster panti masih ada sebagian penderita yang mengalami keluhan. Satu klaster hajatan yang sempat muncul di Pamotan, saat ini sudah selesai.

“Total Covid-19 di Rembang sejak pandemi berlangsung adalah 3.970 kasus, dengan jumlah meninggal dunia 330 orang. Per 9 Juni kasus aktif yang masih ada adalah 259, dengan pasien dirawat di RSUD mencapai 103 orang. Jika terpaksa bisa menampung 160 pasien,” jelas Arief.

Atas situasi itu, Bupati Rembang mengubah SE tentang PPKM 2021. Beberapa poin perubahan cukup ekstrim yaitu menutup seluruh destinasi wisata sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Pasar tutup pada Jumat dan hanya boleh beroperasi sampai pukul 14.00.

Baca Juga: Anggaran Alutsista Capai Rp1,7 Triliun, PT TMI Besutan Prabowo Jadi Sorotan ICW

Pemkab juga tengah menyiapkan 2 rumah sakit swasta yaitu RS Bina Husada dan RSI Arafah sebagai tempat perawatan pasien Covid-19 jika kasusnya terus melonjak. Namun sementara ini, Pemkab masih hanya mengandalkan RSUD dr R Soetrasno.

“Toko modern tutup sampai pukul 20.00, PKL tutup sampai pukul 21.00. Hajatan dianjurkan tidak dilaksanakan. Jika dilaksanakan, Satgas desa dan kecamatan wajib hadir untuk memastikan pelaksanaan prokes,” ujarnya.

Terkait acara pelepasan siswa, boleh dilaksanakan secara koombinasi tatap muka dan daring. Tatap muka bisa dilaksanakan bagi siswa yang berprestasi. Karena status Rembang zona orange, seluruh pembelajaran kembali pada model daring.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemprov Jateng Siapkan Vaksin Ketiga bagi Nakes

Selasa, 3 Agustus 2021 | 13:32 WIB

Stok Obat Terapi Covid-19 di Yogyakarta Minim

Senin, 2 Agustus 2021 | 14:04 WIB
X