6,92 Persen Balita di Sleman Alami Stunting

- Jumat, 19 November 2021 | 16:20 WIB
Pengukuran lingkar kepala, upaya pencegahan Stunting (Foto Istimewa)
Pengukuran lingkar kepala, upaya pencegahan Stunting (Foto Istimewa)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Kekurangan gizi kronis atau stunting pada balita masih menjadi persoalan yang dihadapi Pemkab Sleman.

Data prevalensi per tahun 2021 menyebutkan angka stunting balita di Sleman sebesar 6,92 persen atau 3.445 anak.

Data tersebut diperoleh dari hasil pengukuran status gizi terhadap 59.275 balita. Meskipun dibanding tahun sebelumnya ada sedikit penurunan.

Pada tahun 2020, Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat 4.014 balita mengalami stunting atau 7,24 persen.

Baca Juga: Riri Khasmita Rampas Tanah Keluarga Nirina Zubir untuk Plesir dan Modal Usaha

"Kami sudah berupaya mengatasi salah satunya lewat usulan Perda Kawasan Tanpa Rokok, tapi implementasinya tidak mudah," kata Cahya, Jumat 19 November 2021

Pemkab Sleman sendiri telah memiliki Perbup yang mengatur tentang percepatan penanggulangan stunting.

Tahun ini, penanganan stunting diprioritaskan di 10 kalurahan antara lain Sendangmulyo, Sidomulyo, Margoagung, Merdikorejo, Girikerto, Candibinangun, Glagaharjo, Widodomartani, dan Sindumartani.

Baca Juga: Sepanjang 2021, Polri Tangani 69 Kasus Mafia Tanah

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pesta Miras di Cepu Memakan Korban, 5 Orang Tewas

Kamis, 20 Januari 2022 | 08:48 WIB
X