Tipu Juragan Beras, Residivis Habiskan Puluhan Juta untuk Foya-Foya

- Selasa, 8 Juni 2021 | 19:49 WIB
Kapolsek Gombong AKP Willy Budiyanto saat konferensi pers di Mapolres Kebumen, Selasa (8/6)
Kapolsek Gombong AKP Willy Budiyanto saat konferensi pers di Mapolres Kebumen, Selasa (8/6)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Seorang residivis berinisial ER alias Gering (40) warga Desa Kalitengah Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara diamankan jajaran Unit Reskrin Polsek Gombong. Gering menjadi tersangka dalam kasus penipuan atau penggelapan beras.

Korban seorang pedagang beras berinisial AN (35) warga Desa Kalitengah, Kecamatan Gombong Kebumen. Atas aksi itu korban mengalami kerugian delapan ton beras atau senilai Rp 77 juta.

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Kapolsek Gombong AKP Willy Budiyanto menjelaskan, dugaan penipuan diawali dari tersangka datang ke penggilingan padi Waluyo Jati di Desa Kalitengah Kecamatan Gombong Kebumen.

Tersangka datang membeli sejumlah beras agar bisa lebih dekat dengan korban. Puncaknya tersangka mengajak korban ke kontrakan tersangka di Desa Mendelem Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Kamis (16/3).

Baca Juga: Semarang Terima Limpahan Pasien dari Kudus, Kasus Covid Melonjak 1040 Orang, Tempat Wisata Ditutup Berkala

Kontrakan tersebut oleh tersangka digunakan untuk meyakinkan korban bahwa itu adalah rumahnya. Tersangka sempat mengajak korban bermalam di kontrakannya agar semakin yakin bahwa dia adalah orang baik dan kontrakan adalah rumahnya.

"Modusnya tersangka berpura-pura membeli beras dalam jumlah banyak kepada korban. Selanjutnya beras 11 ton tersebut dikirim ke kontrakan tersangka, lalu tersangka kabur membawa beras tersebut," jelas AKP Willy didampingi Kasubbag Humas Polres Kebumen Iptu Tugiman saat konferensi pers, Selasa (8/6).

Tersangka baru membayar uang muka sebanyak Rp 3,5 juta untuk pembelian 11 ton beras. Namun tersangka baru berhasil membawa kabur delapan ton beras karena mobil yang digunakan membawa beras tidak muat.

Saat tersangka kabur, beras tersebut dijual kepada seseorang tanpa sepengetahuan korban. Penipuan dilakukan tersangka pada transaksi keempatnya kepada korban.

Baca Juga: Hari Transportasi Umum, Pegawai Pemkot Semarang Kompak Tinggal Kendaraan Pribadi

Setelah transaksi pertama, kedua dan ketiga berhasil, korban merasa yakin jika tersangka adalah pembeli yang baik dan bisa dipercaya. Namun ternyata saat korban menaruh kepercayaan kepada tersangka, kepercayaan itu digunakan tersangka berbuat jahat.

Pengakuan tersangka yang juga residivis pencurian dengan kekerasan tahun 2018 di Purwokerto itu uang hasil penjualan beras digunakan untuk foya-foya di kafe karaoke dan menyawer pemandu lagu.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X