Upaya Jemput Bola Berkeliling RT-RW, Vaksinasi Lansia di Kota Magelang Terus Dikebut

- Selasa, 8 Juni 2021 | 15:36 WIB
Vaksinasi Lansia (Foto :suaramerdeka.com /dokumentasi Kemenkes RI)
Vaksinasi Lansia (Foto :suaramerdeka.com /dokumentasi Kemenkes RI)

MAGELANG, suaramerdeka.comPemkot Magelang akan terus mengebut vaksinasi untuk kalangan lanjut usia (lansia). Salah satunya berupaya jemput bola dengan vaksinator berkeliling ke tingkat RT/RW untuk memberikan dosis vaksin bagi warga lansia.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang, dr Intan Suharyanti mengatakan, vaksinasi untuk lansia menjadi salah satu prioritas untuk dikebut.

Vaksinator mendatangi langsung penerima vaksin, sehingga diharap lebih cepat mencapai 100 persen.

“Sejauh ini capaian vaksinasi warga di Kota Magelang selalu menduduki peringkat tiga besar provinsi Jawa Tengah. Hampir semua target vaksinasi dua dosis sudah di atas 50 persen. Vaksinasi tertinggi dicapai petugas pelayanan publik yang mencapai 158 persen,” ujarnya.

Baca Juga: Antisipasi Sistem Keamanan Data Pengguna Gojek hingga Tokopedia, Kominfo Minta 3 Hal Ini

Dia merinci, tenaga kesehatan (nakes) yang divaksin dosis 1 sebanyak 3.969 orang (110 persen), dosis 2 sebanyak 3.674 nakes (103 persen). Kemudian pelayan publik dosis 1 sebanyak 18.193 orang (158 persen), dosis 2 sebanyak 12.397 orang (103) persen.

“Unuk lansia, dosis 1 sebanyak 8.656 orang (62 persen), dan dosis 2 tercapai 50 persen atau 6.981 orang,” katanya.

Ibu yang juga Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Magelang itu menilai, tingginya cakupan vaksinasi Covid-19 di Kota Magelang, karena sejumlah langkah strategis yang dilakukan. Mulai dari meningkatkan rata-rata harian orang yang divaksin setiap hari.

Di awal vaksinasi Covid-19, setidaknya 2.754 orang dari 3.615 peserta vaksinasi dari sumber daya manusia kesehatan (SDMK) dan tokoh publik telah divaksin Covid-19 dalam waktu satu minggu. Angka ini dianggap tinggi karena hanya dengan mengandalkan 21 fasilitas kesehatan (faskes).

Baca Juga: Ini 8 jenis lelah yang disukai oleh Allah SWT (Part 1)

“Khusus vaksinasi Covid-19 untuk lansia kami akui tidak secepat sebelumnya. Selain tergantung ketersediaan vaksin yang datang, tidak sedikit mereka enggan mendatangi faskes. Dengan koordinasi tingkat RT/RW dan kelurahan, harapannya para lansia ini mau untuk divaksin,” tuturnya.

Dokter Intan berharap, penerima vaksin untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Sebab, vaksinasi tidak menjamin seseorang bisa kebal terhadap serangan virus.

“Setelah vaksin lantas tidak langsung kebal. Masih bisa kena, hanya gejalanya lebih ringan, tidak parah. Yang terpenting adalah protokol kesehatan dan menerapkan 5M dalam segala aktivitas keseharian,” jelasnya.

Baca Juga: Manajemen Kontijensi di Kudus Bakal jadi Role Model Wilayah Lain

Dia menambahkan, capaian vaksinasi tenaga pendidik dan kependidikan dari TK-SMA di Kota Tidar sudah mencapai 100 persen.

”Guru-guru sudah termasuk di kelompok pelayanan publik. Tapi kalau siswanya belum ada yang divaksin,” ucapnya. (Asef Amani)

Produktivitas SDM itu dikutip Emil dari penilaian yang dilakukan investor yang menanamkan modalnya di Tatar Priangan Selain dukungan infrastruktur yang baik, dia menyebut mereka mau invest di Jabar karena tingkat produktivitas SDM-nya.

"Produktivitas SDM Jabar setara dengan SDM Vietnam. Karena itu, ada 4-6 perusahaan yang sebelumnya memindahkan pabriknya balik lagi ke Jabar. Tadinya mereka kejar upah murah ke daerah lain. Ternyata, di sana, upahnya memang murah tapi produktivitasnya ternyata ikut turun, makanya balik lagi," katanya.

Halaman:
1
2

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pesta Miras di Cepu Memakan Korban, 5 Orang Tewas

Kamis, 20 Januari 2022 | 08:48 WIB

Penduduk Miskin Jawa Tengah Turun 175,74 Ribu Orang

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:20 WIB

Polres Boyolali Musnahkan 300 knalpot Brong

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:57 WIB
X