Ketersediaan Tempat Tidur Tertinggi se Jateng, Ini Penjelasan Bupati Pati

Red
- Senin, 7 Juni 2021 | 20:42 WIB
Ilustrasi tempat isolasi mandiri pasien Corona. Foto/Antara
Ilustrasi tempat isolasi mandiri pasien Corona. Foto/Antara

PATI, suaramerdeka.com - Bupati Pati Haryanto menyampaikan bahwa semula dari 10 rumah sakit yang ada memiliki ketersediaan tempat untuk isolasi sebanyak 324 tempat tidur. Kemudian, bertambah menjadi 370 tempat.

Hal itu disampaikan Bupati dalam rapat evaluasi dan tindak lanjut atas paparan Panglima TNI, Kapolri dan Kepala BNPB terkait penanganan dan pencegahan Covid - 19 di Kabupaten Pati, berlangsung di Ruang Joyo Kusumo Setda Kabupaten Pati, Senin 7 Juni 2021.

Bupati menyebutkan, saat ini 370 tempat digunakan untuk isolasi warga Pati sebanyak 124, sedangkan warga dari luar daerah yang dirawat 73 orang. Dengan demikian tersisa kurang lebih 175 tempat tidur.

Bupati mengungkapkan, sesuai aturan BOR (Bed Occupancy Ratio) tidak boleh lebih dari 50%. Ia menegaskan apabila tidak ada rujukan dari daerah luar daerah, ketersediaan tempat isolasi cukup.

Baca Juga: Peningkatan Kinerja Pelayanan, Kemenkes Rotasi 10 Pejabat Eselon II

"Tetapi karena kita juga menampung pasien dari luar daerah dan tidak boleh menolak pasien manapun maka menjadikan Kabupaten Pati BOR nya peringkat pertama di Jawa Tengah," ujar Bupati dalam keterangan resminya, seperti dikutip suaramerdeka.com, Senin.

Guna menindaklanjuti kondisi terkini, Satgas Covid - 19 kembali menegakkan operasi yustisi yang difokuskan pada daerah terdampak. Kemudian, ASN asal Kudus / luar daerah yang telah diinventarisasi harus WFH (work from home) sedangkan yang sakit dirawat di rumah sakit.

"Jumlah pegawai asal Kudus antara yang terpapar ataupun tidak, ternyata banyak yang terpapar. Ini kan berarti ada korelasinya bahwa lonjakan kasus di Kudus berdampak sampai Pati", tegasnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa seluruh tempat wisata alam dan religi untuk sementara ditutup. Sedangkan warga yang berencana menggelar acara pernikahan hanya diizinkan mengadakan akad saja dengan tamu undangan yang sangat terbatas.

Baca Juga: Desa Wisata Diharap Jadi Etalase Produk UMKM Lokal

"Oleh karena itu, nantinya kepala desa, camat dan Kemenag Pati akan mendapat surat edaran terkait penyelenggaraan acara pernikahan. Sebab, acara pernikahan tanpa adanya pengendalian bisa membahayakan," tekan Bupati.

Sebelumnya saat kunjungan Panglima TNI, Kapolri dan Kepala BNPB, Kabupaten Pati menerima bantuan dana siap pakai sebesar 1 miliar untuk penanganan Covid - 19 serta puluhan ribu masker.

Selama 14 hari ini, Bupati menekankan operasi yustisi dan penegakan Perbup nomor 66 tahun 2021 tentang PPKM Mikro di daerah - daerah yang berzona orange. Sedangkan yang berzona hijau bukan merupakan prioritas.

Sementara, Wakil Bupati Saiful Arifin menegaskan bahwa tenaga medis di puskesmas merupakan garda emergency pertama dalam menghadapi kasus Covid - 19.

"Apabila terdapat tenaga medis yang terdampak, maka harus diisolasi sedangkan puskesmas harus segera disterilisasi. Sebab, puskesmas sebagai fasilitas kesehatan pertama tidak bisa tutup dalam waktu yang lama," tandas Wabup.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jelajah Wisata Jawa Tengah Lewat Mubeng Jateng

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:16 WIB

Potensi Zakat Penghasilan ASN di Kebumen Rp 24 Miliar

Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:17 WIB

202 Pekerja di Sleman di-PHK Terdampak Pandemi

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:25 WIB
X