Kasus Covid-19 Melonjak, Camat Pagerbarang Lakukan Pengetatan Wilayah di Randusari

Red
- Senin, 7 Juni 2021 | 20:27 WIB
Kasus Covid-19 di Desa Randusari Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal. Foto: Kabar Tegal
Kasus Covid-19 di Desa Randusari Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal. Foto: Kabar Tegal

TEGAL, suaramerdeka.com - Pemerintah Kabupaten Tegal melakukan pengetatan wilayah di Rukun Warga (RW) 4 Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal setelah 82 orang warganya terpapar Covid-19, dan enam orang diantaranya meninggal dunia.

Pengetatan wilayah tersebut dilakukan sejak Rabu (2/6). Diantaranya melakukan penyekatan di pintu masuk RW 4. Warga yang masuk maupun keluar dari wilayah tersebut dicek suhunya saat melalui posko penyekatan.

Camat Pagerbarang Harto Prabowo mengatakan, hingga Senin (7/6) di RW 4 Desa Randusari terdapat 67 warga yang positif Covid-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri dan 7 orang menjalani perawatan di rumah sakit. Adanya warga terpapar Covid-19 diketahui setelah shalat Idul Fitri.

“Yang terpapar pertama orang mudik mungkin membwa virus terus menular ke warga. Kemudian imam mushola, yang juga penyuluh agama Islam,” terang Harto, Senin (7/6).

Baca Juga: Tekan Angka Kasus Covid-19, Semua RT Diminta Optimalkan PPKM Mikro

Kemudian dari Puskesmas Pagerbarang melakukan pemeriksaan rapid antigen selama dua hari pada tanggal 2 dan 3 Juni. “Tanggal 2 Juni dari 202 yang dirapid ada 44 yang positif, sedangkan tanggal 3 Juni dari 151 orang yang diperiksa ada 22 orang yang positif,”sebutnya.

Dengan dilaksanakan pengetatan wilayah, otomatis warga tidak leluasa keluar masuk dari wilayah tersebut. Untuk itu, Harto mengimbau kepada Satgas Jogo Tonggo dan pemerintah desa agar segera memberikan bantuan melalui dana PPKM maupun dana desa.

“Kami juga mengimbau kepada warga Randusari dari RW lain agar solidaritas membantu warga RW 4,” sebutnya.

Ketua RW 4 Desa Randusari Susminto mengatakan, bantuan bagi warga yang melakukan isoman mulai berdatangan. Selain berupa sembako juga berupa obat-obatan dan vitamin. Bantuan diberikan oleh warga dari RW lain dan donatur ,termasuk dari warga yang bekerja di luar daerah.

Baca Juga: UPDATE COVID-19 KUDUS: Percepat Tes Covid-19, Kemenkes Kirim Laboratorium Bergerak

"Sebelumnya kami juga bingung, karena belum ada bantuan. Kasihan warga yang dapat penghasilannya harian. Untuk membantu warga, saya membongkar kas mushola," ujarnya.

Suminto mengatakan, dengan banyaknya warga yang terpapar Covid-19, pihaknya menggiatkan jogo tonggo untuk mengawasi dan membantu warga yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Kepala Desa Randusari Jati Sanyoto mengatakan, untuk mencegah penyebaran Covid-19, sejumlah tempat publik ditutup sementara.

"Sekolah seperti SD, Madrasah yang ada di wilayah RW 4 kami tutup.Kemudian pasar desa ditutup tiga hari sejak Sabtu (5/6) hingga Senin (7/6), termasuk tiga mushola dan masjid," jelasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal Sarmanah mengatakan, klaster rumah tangga di RW 4 yang terjadi usai sholat Id , bermula dari terdeteksinya satu orang warga yang terpapar Covid-19.

Baca Juga: Pelaksana Pengendalian Covid-19 Skala RT RW Perlu Dibekali Kemampuan Teknis

“Setelah sholat Id, pada tanggal 15 Mei ada salah satu warga yang bergejala. Terus datang ke IGD Puskesmas Pagerbarang, mau dirujuk tidak mau dan akhirnya isoman.

Dari hasil itu dilakukan tracing oleh Puskesmas, diperoleh 15 orang positif Covid-19, termasuk empat orang yang meninggal dunia merupakan kontak erat,”jelas Sarmanah.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan rapid antigen pada tanggal 2 dan 3 Juni. Diperoleh hasil dari 353 warga yang diperiksa terdapat 66 warga positif Covid-19.

Sementara itu, saat melakukan pemantauan di RW 4, Satgas Covid-19 Kecamatan Pagerbarang ,mendapati S (70) salah seorang warga positif Covid-19 keluar dari rumah.

S mengaku dari sungai untuk buang hajat karena toilet di rumahnya rusak. Selanjutnya,Satgas Covid-19 mengingatkan agar dia selalu melaksanakan protokol kesehatan selama menjalani isolasi mandiri.

“Maskernya dipakai terus ya pak. Tetap jaga jarak dengan anggota keluarga agar tidak menulari,”imbau Harto.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

X