Manajemen Kontijensi Penanganan Covid 19 di Kudus, 6 Watercanon Disiapkan

- Senin, 7 Juni 2021 | 19:30 WIB
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi (suaramerdeka.com/dok Polda Jateng)
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi (suaramerdeka.com/dok Polda Jateng)

BOYOLALI, suaramerdeka.com - Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi bersama Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Rudianto menyiapkan manajemen kontijensi penanganan covid-19 di Jawa Tengah utamanya di Kota Kudus.

Kapolda mengatakan seperti instruksi Kapolri yang menegaskan kepada wilayah sekitar Kabupaten Kudus, juga menyiapkan ancang-ancang manajemen kontijensi demi mencegah penyebaran virus corona.

Manajemen kontijensi yang pertama yaitu dengan menyiapkan 6 watercanon yang digunakan untuk penyemprotan disinfektan selama tiga kali sehari secara masif di beberapa titik di Kota Kudus.

Baca Juga: Jerinx SID Bebas Besok, Kuasa Hukum: Tak Ada Penyambutan Istimewa

Yang kedua, TNI-Polri telah melakukan upaya preventif dengan mengerahkan seluruh mobil penerangan pendam, pen milik Humas Polda Jateng dan 27 kendaraan penling untuk melakukan penerangan, himbauan, ajakan terhadap prokes covid-19, serta penyebaran pamflet di seluruh kecamatan di wilayah Kudus

Ketiga, Polda dan Kodam juga telah mengirimkan Kesdam maupun Dokkes dalam rangka mempercepat penanganan swab test dan upaya tracing dan tracking covid-19 di wilayah Kudus sehingga kecamatan yang terpapar akan cepat dipetakan.

Keempat, Kesdam dan Dokkes juga dikirimkan untuk membantu pemulasaraan jenazah sehingga TNI-Polri akan selalu siap jika ada masyarakat yang akan disemayamkan.

Baca Juga: Bupati Semarang : 4 Kecamatan Mendekati Status Zona Merah

"Harapanya penting ini bisa untuk mendidik masyarakat bahwa Covid-19 di tempat kita itu masih merajalela sehingga masyarakat bisa mematuhi prokes dan lain sebagainya," katanya saat meninjau Asrama Donohudan Boyolali, Senin 7 Juni 2021.

Selain itu Polda Jateng dan Kodam IV Diponegoro telah menyiapkan 5 SSK yang tersebar di masing-masing desa zona merah untuk mengawasi pergerakan masyarakat yang akan menuju atau keluar dari zona.

Juga melakukan pengetatan PPKM Mikro sebagai deteksi dini untuk mendata masyarakat di tingkat RT dengan melakukan 3T dan 5M.

Pangdam IV Diponegoro menambahkan agar pemerintah daerah eks-karasidenan Kudus untuk menutup seluruh kegiatan-kegiatan yang memobilisasi orang seperti tempat-tempat wisata.

Baca Juga: Menag Dorong DKM Miliki Porgram yang Berkontribusi Membangun Masyarakat

Pangdam juga meminta peran serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan masyarakat itu sendiri untuk memberikan imbauan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sebelumnya Polda Jateng dan Kodam IV Diponegoro telah melakukan evakuasi 1.280 masyarakat Kudus untuk di isolasi terpusat di Donohudan sebanyak 800 orang, Diklat Srondol 300 orang, rumah dinas Wali Kota Semarang 200 orang dan Islamic Center 150 orang.


Foto:suaramerdeka.com /dokumentasi Polda Jateng.

Halaman:
1
2

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X