Jelang Musim Kemaru, Dispertan Sukoharjo Petakan Daerah Rawan Kekeringan

Red
- Minggu, 6 Juni 2021 | 20:59 WIB
Lahan kekeringan di Sukoharjo. Foto: Tempo
Lahan kekeringan di Sukoharjo. Foto: Tempo

SUKOHARJO, suaramerdeka.com - Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo mulai memetakan dan menginventarisir lahan rawan kekeringan menjelang musim kemarau. Hal itu untuk antisipasi agar tidak sampai terjadi gagal panen di kalangan petani.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Bagas Windaryatno menjelaskan, pihaknya sudah mendapatkan laporan mengenai hal itu.

"Kami sudah mendapat laporan (ancamam kekeringan-red) dan ini sedang dilakukan inventarisasi berapa dan dimana saja potensi kekeringan lahan pertanian saat kemarau," ujar Bagas, seperti dikutip suaramerdeka.com dari suaramerdeka-solo.com, MInggu 6 Juni 2021.

Baca Juga: Diikuti 14 Peserta, Youth Esport Piala Menpora 2021 Bisa Jadi Benchmark Daerah Lain

Bagas mengatakan, hampir seluruh wilayah di Sukoharjo memang lahan pertaniannya rawan terjadi kekeringan. Hanya saja, sejak beberapa tahun terakhir Pemerintah sudah melakukan berbagai upaya antisipasi.

Di antaranya pembuatan sumur dalam, peralatan pompa air dan pembersihan saluran Dam Colo. Harapannya, dengan makin masifnya langkah yang dilakukan pemerintah itu, dampak kekeringan yang parah (gagal panen) tidak sampai terjadi. Atau bisa diminimalisir karena sejak awal sudah diantisipasi.

"Kalau soal potensi kekeringan itu luasannya berapa, kami belum bisa matur. Sebab tim di lapangan masih bekerja."

Baca Juga: Mochtar Kusumaatmadja dalam Kenangan: Kontribusinya jadi Teladan bagi Indonesia

Yang jelas, pemerintah sudah menyiapkan skenario antisipasi. Salah satunya keberadaan pompa air yang bisa diperbantukan bagi kelompok tani yang belum punya dan membutuhkan.

"Kami juga akan lihat daerah yang mengandalkan air hujan, potensi terjadinya gagal panen sejauh mana. Tetapi nanti setelah semua data masuk, baru akan terlihat. Termasuk bagaimana antisipasinya," tandas Bagas yang juga Camat Grogol ini.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

PPKM Level 3 Batal, DIY Tetap Perketat Pengawasan

Rabu, 8 Desember 2021 | 10:36 WIB

PKS: Kitab Kuning Pondasi Pembangunan Peradaban

Senin, 6 Desember 2021 | 12:03 WIB

Komunitas Save Pekalongan Bantu Warga Terdampak Rob

Senin, 6 Desember 2021 | 09:12 WIB
X