Unicef Fasilitasi Penanggulangan Tengkes di Kabupaten Tegal

- Minggu, 6 Juni 2021 | 18:38 WIB
Ilustrasi Stunting. Foto: Kominfo
Ilustrasi Stunting. Foto: Kominfo

Selain itu, ada pula sosialisasi air susu ibu, sosialisasi makanan bayi dan anak, tata laksana gizi buruk, penanganan masalah gizi dan PMT pada balita gizi kurang dan pelayanan imunisasi serta pencegahan infeksi pada balita.

“Selain itu ada lagi strategi lain dalam penanganan stunting pada intervensi gizi sensitif, yaitu ketersediaan sumber pangan, air bersih dan sanitasi, pemberdayaan masyarakat, peningkatan pengasuhan di tingkat keluarga dan masyarakat serta peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak mampu lewat program perlindungan sosial,” jelasnya.

Lebih lanjut, menurut Karina, Kabupaten Tegal saat ini masuk dalam program prioritas peningkatan gizi, hasil kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan Unicef tahun 2021 bersama lima kabupaten lainnya di Jawa Tengah.

Dari empat kelompok penanganan tengkes, Kabupaten Tegal masuk ke dalam pencegahan malnutrisi pada anak usia dini, penguatan pengelolaan gizi buruk terintegrasi dan gizi ibu hamil dan remaja.

Kabupaten Tegal memiliki kasus gizi akut sebanyak 21.233 balita di tahun 2018. Sedangkan 6.744 balita mengalami gizi buruk di tahun yang sama,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono menyampaikan kasus tengkes di Kabupaten Tegal lebih banyak dipengaruhi faktor ekonomi keluarga, disusul perilaku dan pola asuh anak yang keliru serta kurangnya pengawasan orang tua dalam hal pola asuh anak.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Serahkan DIPA dan TKD 2023, Dana Desa Jateng Rp 7,85 T

Selasa, 6 Desember 2022 | 21:22 WIB

Kominfo Sosialisasikan RKUHP di Unsoed Purwokerto

Selasa, 6 Desember 2022 | 17:50 WIB
X