Sistem Layanan Rujukan Terpadu Blora Dibuatkan Kantor Tersendiri

- Sabtu, 5 Juni 2021 | 07:45 WIB
MENINJAU: Bupati Blora H Arief Rohman saat meninjau sistem layanan rujukan terpadu (SLRT) di lantai satu Gedung Samin Surosentiko. (suaramerdeka.com / Abdul Muiz)
MENINJAU: Bupati Blora H Arief Rohman saat meninjau sistem layanan rujukan terpadu (SLRT) di lantai satu Gedung Samin Surosentiko. (suaramerdeka.com / Abdul Muiz)

BLORA, suaramerdeka.com - Bupati Blora H Arief Rohman menilai sistem layanan rujukan terpadu (SLRT) sangat penting bagi warga miskin untuk mendapat bantuan. Di sisi lain, petugas di SLRT harus bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

Jadi, bantuan maupun program pemerintah bisa tepat sasaran bagi warga miskin dan tak ada satupun warga kurang mampu yang tidak memperoleh bantuan. 

Oleh karena itulah Bupati Arief membuatkan kantor pelayanan tersendiri bagi SLRT. Kantor yang berada di lantai satu Gedung Samin Surosentiko itu diresmikan Jumat 4-6-2021.

Baca Juga: Moeldoko Minta Warga Kudus Tunda Kegiatan Ziarah

Kantor tersebut merupakan realisasi dari salah satu  program kerja 99 hari Bupati H Arief Rohman dan Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati yakni  program “Ngopeni Kadang Kekurangan”. Kantor SLRT di bawah koordinasi Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A).

Acara peresmian dihadiri Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Harso Susilo, Sekda Komang Gede Irawadi, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Baznas, dan instansi terkait lainnya. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, pengguntingan untaian bunga dan pelepasan balon udara oleh bupati dan wakil bupati.

Setelah itu dilakukan simulasi pelayanan masyarakat oleh petugas SLRT dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Baca Juga: Wiku: Ledakan Corona di Kudus Capai 929 Kasus, Dipicu Ziarah Usai Lebaran

Kepala Dinsos P3A Blora Indah Purwaningsih menuturkan, SLRT merupakan sistem layanan yang mengidentifikasikan kebutuhan serta keluhan fakir miskin dan orang tidak mampu.

Selain itu, melaksanakan rujukan kepada pengelola program fakir miskin dan orang tidak mampu di pusat dan daerah.

"Kami bermitra dengan Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, Dinas Pendidikan, Baznas, dan lainnya. Setiap ada laporan yang masuk akan kita identifikasi kebutuhannya dan dirujuk sesuai masalahnya,” ujar Indah.

Baca Juga: Hendi Ajukan Proposal untuk Gunakan Trem Belanda di Semarang

Menurutnya, di SLRT  juga dilakukan pelayanan pembuatan Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, validasi data kemiskinan dan sebagainya.

Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah Harso Susilo  mengapresiasi peresmian kantor SLRT di Kabupaten Blora. Menurutnya Blora menjadi yang pertama di Jawa Tengah pada tahun 2021 ini.

"Blora menjadi yang pertama di tahun 2021 se Jawa Tengah. Terimakasih atas komitmen bupati dan wakil bupati Blora yang terus menyemangati dan membimbing Dinas Sosial P3A sehingga SLRT bisa dilaunching untuk membantu saudara-saudara kita yang kekurangan,” katanya.

Bupati H Arief Rohman mengucap syukur karena satu lagi program kerja 99 hari bisa diwujudkan. Dia meminta  sosialisasi keberadaan SLRT digencarkan. 

“Tolong segera disosialisasikan kepada masyarakat bahwa kita sudah punya SLRT. Jika di Trenggalek ada Posko Gertak, kita kini luncurkan SLRT atau SILARUT (Sistem Layanan Rujukan Terpadu). Peran TKSK untuk mengawal sangat diperlukan. Tujuan akhirnya kita ingin masalah sosial dan kemiskinan perlahan terus berkurang,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Disporapar Genjot Kemajuan Sektor Pariwisata

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:21 WIB
X