Satgas Kritik RSUD Lukmonohadi Kudus, Ganip: Karantina Belum Sesuai Standar WHO

- Sabtu, 5 Juni 2021 | 06:15 WIB
PROSES PEMAKAMAN : Tim pengubur jenazah dari personel Sabhara Polres Kudus dengan mengenakan pakaian APD memakamkan seorang warga yang meninggal karena terpapar Covid-19 di Desa Medini Kecamatan Undaan, Kudus. (dok Polres Kudus ) (b01m)
PROSES PEMAKAMAN : Tim pengubur jenazah dari personel Sabhara Polres Kudus dengan mengenakan pakaian APD memakamkan seorang warga yang meninggal karena terpapar Covid-19 di Desa Medini Kecamatan Undaan, Kudus. (dok Polres Kudus ) (b01m)

KUDUS, suaramerdeka.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito SE, MM mengkritik dan meminta pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lukmonohadi Kudus membenahi manajemen dan melakukan penanganan pasien Covid-19 sesuai standar.

Dalam peninjauan langsung ke salah satu Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Lukmonohadi, Kudus, pada Kamis (3/6), Ganip menemukan adanya penanganan pasien belum sepenuhnya menerapkan aturan sesuai standar kekarantinaan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk pasien Covid-19.

Ganip yang menggantikan pejabat lama Doni Manardo melihat beberapa pasien yang dirawat di IGD dengan status reaktif melalui tes usap antigen masih didampingi sanak keluarga. Penanganan seperti itu tidak sesuai standar WHO.

Baca Juga: Moeldoko Minta Warga Kudus Tunda Kegiatan Ziarah

Ganip menegaskan sesuai standar penanganan WHO, pasien reaktif Covid-19 seharusnya sudah diisolasi dan tidak boleh dijenguk atau didampingi siapapun, kecuali hanya tenaga kesehatan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Menurutnya, pasien dengan status reaktif Covid-19 berdasarkan tes antigen berpotensi menyebarkan penularan virus.

Untuk itu, dia meminta pihak RSUD dapat memperbaiki sistem dan manajemen agar kemudian hal-hal yang tidak diinginkan dapat dicegah dan diantisipasi, sehingga tidak terjadi lonjakan kasus karena kelemahan sistem dan strategi penanganan pasien.

Baca Juga: Solidaritas Diperlukan untuk Meredam Meluasnya Klaster Baru Covid-19

“Terkait manajemen contohnya seperti tadi yang di IGD, seharusnya tidak boleh lagi ada orang dari luar masuk. Itu penularan bisa terjadi walaupun yang dirawat di IGD ini belum dinyatakan positif tapi sudah reaktif Covid-19,” tegas Ganip.

Satgas mengingatkan pihak manajemen rumah sakit tegas menerapkan aturan karantina dan isolasi bagi pasien Covid-19.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Temanggung akan Dijadikan Super Prioritas Pertanian

Minggu, 17 Oktober 2021 | 16:41 WIB

Pemalang Raih Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya

Minggu, 17 Oktober 2021 | 14:11 WIB
X