Pemberangkatan Haji 2021 Ditiadakan, Kemenag Blora Segera Surati JCH

- Jumat, 4 Juni 2021 | 07:00 WIB
Kepala Seksi Haji dan Umroh Kemenag Blora, H. Dwiyanto. (suaramerdeka.com / Urip Daryanto)
Kepala Seksi Haji dan Umroh Kemenag Blora, H. Dwiyanto. (suaramerdeka.com / Urip Daryanto)

BLORA, suaramerdeka.com –  Usai dipastikan tidak ada pemberangkatan haji untuk tahun ini, Kemenag Blora akan segera membuat surat untuk para Jamaah Calon Haji (JCH) Blora yang sedianya akan berangkat ke Makkah tahun ini.

Kepala Seksi Haji dan Umroh Kemenag Blora, H. Dwiyanto, ketika dikonfirmasi menyatakan, melalui SK dari Kemenag bernomor 660/2021, dipastikan untuk tahun ini kembali, jamaah calon haji tidak bisa berangkat ke tanah suci.

"Sudah pasti tidak ada pemberangkatan haji untuk tahun ini. Dengan demikian dua tahun terakhir ini pemberangkatan haji ditunda,’’ jelas Dwiyanto.

Baca Juga: Vaksinasi Massal di Salatiga Diikuti 6.000 Orang

Untuk langkah yang diambil Kemenag, menurut Dwiyanto, secepatnya pihaknya akan memberitahu kepada masing-masing calon jamaah haji, tentang Surat dari Kemenag yang intinya tahun ini tidak ada pemberangkatan jamaah haji.

Pembatalan keberangkatan jamaah haji juga terjadi di tahun 2020, Waktu itu berdasarkan keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 494 tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H / 2020 M, 625 calon jamaah haji (CJH) Blora kuota tahun 2020 gagal berangkat ke tanah suci.

Sebelum ada kepastian dari pemerintah bahwa tahun ini jamaah haji gagal berangkat, pihak Kemenag Blora sempat menyiapkan tiga skenario untuk pemberangkatan 608 JCH.

Baca Juga: Update Covid-19 3 Juni 2021: Kasus Positif Capai 1.837.126, Ada Penambahan 5.353 orang

Dikemukakan Dwiyanto, pihaknya telah mempersiapkan tiga skenario. Yakni, mempersiapkan jika ternyata hanya 20 persen CHJ yang bisa berangkat, atau 40 persen maupun 60 persen.

‘’Kita sudah mempersiapkan tiga skenario itu. Jika nanti diputuskan hanya 20 persen yang bisa berangkat, kami sudah mempersiapkan itu. Termasuk bila 40 persen maupun 60 persen dari kuota yang ada. Tentu nanti sesuai nomor urut porsi haji,’’ jelasnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PPKM Level 3 Batal, DIY Tetap Perketat Pengawasan

Rabu, 8 Desember 2021 | 10:36 WIB

PKS: Kitab Kuning Pondasi Pembangunan Peradaban

Senin, 6 Desember 2021 | 12:03 WIB

Komunitas Save Pekalongan Bantu Warga Terdampak Rob

Senin, 6 Desember 2021 | 09:12 WIB
X