Maknai Pandemi Covid-19 sebagai Kebangkitan Seni

- Rabu, 2 Juni 2021 | 18:05 WIB
Foto: Rektor ISI Yogyakarta Prof Agus Burhan / ist
Foto: Rektor ISI Yogyakarta Prof Agus Burhan / ist

Pada masa new normal, ia melihat galeri dan museum seni rupa sunyi, pagelaran pertunjukan yang langsung juga surut drastis, bioskop banyak yang tutup.

Pendidikan kesenian, pendampingan, dan pengabdian masyarakat untuk seni dilaksanakan secara terbatas, begitu pula festival seni, workshop, kolaborasi nasional atau internasional dalam bentuk fisik terhenti.

''Namun dunia seni terus mencari jalannya untuk survive. Media daring menjadi pilihan para seniman, pekerja seni, pendidik seni, maupun bisnis seni untuk beraktivitas dan berproduksi secara kreatif dalam sistem yang telah berubah,'' imbuh Agus.

Dirinya merasakan ada kegairahan baru dalam masa new normal yang secara fisik interaksinya terbatas. Ia menyebut sebagai suatu kondisi yang dalam sistem baru bisa dikatakan sebagai bentuk kebangkitan seni pada era new normal.

Di ISI Yogyakarta banyak kegiatan seni yang juga dibuat dengan media virtual. Di sinilah penguasaan teknologi informasi dan digitalisasi menjadi syarat mutlak untuk semua aktivitas termasuk dalam ranah seni.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X