Hindari Hoax, Masyarakat Harus Pahami Jurnalistik

- Rabu, 2 Juni 2021 | 11:10 WIB
SAMBUTAN: Kepala Kantor Kemenag Salatiga KH TaufiqurR Rahman SAg MSi ( tengah) saat memberi sambutan sekaligus membuka pelatihan tersebut. (suaramerdeka.com / dok)
SAMBUTAN: Kepala Kantor Kemenag Salatiga KH TaufiqurR Rahman SAg MSi ( tengah) saat memberi sambutan sekaligus membuka pelatihan tersebut. (suaramerdeka.com / dok)

SALATIGA, suaramerdeka.com - Saatnya masyarakat pengguna media sosial (medsos) untuk belajar ilmu jurnalistik tanpa terkecuali.

Bila sudah punya bekal ilmu jurnalistik, tidak akan sembarangan lagi membagi tulisan ke medsos, kecuali akan ada pengendalian diri dan menimbang antara manfaat dan mudlarat atas informasi yang akan dibagikan.

Bila diyakini akan berdampak positif baru dishare tetapi bila sebaliknya tentu akan dibatalkan.

Baca Juga: Tiga Personel Polres Kebumen Terima Kenaikan Pangkat Pengabdian dari Kapolri

“Berjurnalistik berarti belajar menulis dengan akurasi informasi yang tinggi agar menjadi informasi yang terpercaya. Ada keberimbangan informasi atau berita agar layak diketahui masyarakat. Bila informasi itu berpotensi merugikan umum tentu tidak akan dibagikan ke medsos, apalagi bila berpotensi membuat kegaduhan di tengah masyarakat,” kata Wakil ketua Bidang Organisasi PWI Jawa Tengah Isdiyanto Isman SIP saat memberi materi teknik penulisan jurnalistik bagi jajaran pengelola Website Kemenag Salatiga, di kantor setempat, Senin (31/5/2021).

Pelatihan diselenggarakan sebagai kerjasama antara Kemenag Kota Salatiga dengan PWI Jawa Tengah, dibuka Kepala Kemenag Salatiga KH Taufiqur Rahman SAg MSi. Tampil pula sebagai pemateri Koordinator seksi foto PWI Jateng Chandra Adhi Nugroho.

KH Taufiqur Rahman yang juga pengurus Komisi Dakwah MUI Jawa Tengah menyatakan harapan yang tinggi sdari pelatihan ini, agar kualitas pengelolaan Website di kantor yang dipimpinnya memiliki kualitas jurnalistik yang baik, seiring dalam penilaian Kanwil Kemenag Jateng, saat ini website yang dikelolanya menduduki peringkat 3 besar.

Baca Juga: Penyuluh dan Penghulu Bakal Naik Gaji, Ini Alasan Menag Yaqut

Dia meyakini dengan diberi sentuhan manajemen keredaksian sebagaimana media cetak maka tak hanya kualitas saja yang bakal meningkat tapi juga produktivitas tulisan yang dihasilkan diyakini juga bakal semakin baik.

“Bila produksi beritanya meningkat dan kualitas informasinya juga meningkat berarti akan semakin banyak masyarakat di Salatiga yang tercerahkan oleh website tersebut,” katanya saat memberi sambutan. Dia juga berterima kasih kepada PWI Jawa Tengah atas kerja samanya tersebut.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berdayakan Umat, NU Kebumen Kembangkan Pertanian

Minggu, 19 September 2021 | 21:50 WIB

Banyak Petani Frustrasi, Pemerintah Beri Pelatihan

Minggu, 19 September 2021 | 19:20 WIB

Pola Vaksinasi Jemput Bola, Sediakan Ayam untuk Hadiah

Minggu, 19 September 2021 | 15:35 WIB

HUT Ke-76, PMI Sleman Siapkan Berbagai Inovasi

Sabtu, 18 September 2021 | 06:45 WIB
X