Virus Corona yang Menginfeksi Nakes RSUD Cilacap Bukan Varian India

- Rabu, 2 Juni 2021 | 06:30 WIB
AMBULAN: Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, didampingi Wakil Bupati Syamsul Auliya Rachman, menyerahkan ambulan penanganan Covid-19 secara simbolis di Pendapa Wijaya Kusuma Cakti. (suaramerdeka.com / Gayhul Dhika Wicaksana) (Gayhul Dhika Wicaksana)
AMBULAN: Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, didampingi Wakil Bupati Syamsul Auliya Rachman, menyerahkan ambulan penanganan Covid-19 secara simbolis di Pendapa Wijaya Kusuma Cakti. (suaramerdeka.com / Gayhul Dhika Wicaksana) (Gayhul Dhika Wicaksana)

"Untuk keganasan virus korona varian India, sejauh ini belum ada penelitian yang menyatakan virus varian India lebih ganas," Imbuhnya.

Pramesti menambahkan, hasil tes WGS yang menunjukkan para nakes tidak terinfeksi virus Corona varian India, sejauh ini membuktikan tidak ada transmisi lokal virus Varian India di Kabupaten Cilacap.

Namun demikian, ia tetap akan mengevaluasi mengenai banyaknya nakes yang terpapar Covid-19.

"Akan kami evaluasi bersama dalam pelaksanaan SOP. Sebab, bisa tertular dari RSUD, bisa juga dari luar RSUD. Dari RSUD, bisa dari pasien, bisa dari sejawat, misal saat makan bersama, satu ruangan pasti kalau makan lepas masker. Dari luar, bisa dari keluarga atau lingkungan sekitar," jelasnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jelajah Wisata Jawa Tengah Lewat Mubeng Jateng

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:16 WIB

Potensi Zakat Penghasilan ASN di Kebumen Rp 24 Miliar

Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:17 WIB

202 Pekerja di Sleman di-PHK Terdampak Pandemi

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:25 WIB
X