Virus Corona yang Menginfeksi Nakes RSUD Cilacap Bukan Varian India

- Rabu, 2 Juni 2021 | 06:30 WIB
AMBULAN: Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, didampingi Wakil Bupati Syamsul Auliya Rachman, menyerahkan ambulan penanganan Covid-19 secara simbolis di Pendapa Wijaya Kusuma Cakti. (suaramerdeka.com / Gayhul Dhika Wicaksana) (Gayhul Dhika Wicaksana)
AMBULAN: Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, didampingi Wakil Bupati Syamsul Auliya Rachman, menyerahkan ambulan penanganan Covid-19 secara simbolis di Pendapa Wijaya Kusuma Cakti. (suaramerdeka.com / Gayhul Dhika Wicaksana) (Gayhul Dhika Wicaksana)

CILACAP, suaramerdeka.com  - Virus Corona yang menginfeksi tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Cilacap, bukan virus Corona varian India.

Menurut Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, berdasarkan hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) dari 12 sampel tenaga kesehatan RSUD Cilacap, virus Corona yang menginfeksi nakes RSUD Cilacap bukan varian India.

"Hasil sampel dari Balitbang, bukan varian India. Jadi varian India bisa dilokalisasi (hanya menular pada ABK Filipina), masyarakat jangan khawatir, daerah lain juga jangan khawatir. Nakes bukan tertular varian India," ucapnya seusai menghadiri penyerahan ambulan penanganan Covid-19 dan referigator untuk penyimpanan vaksin di Pendapa Wijaya Kusuma Cakti, Senin (31/5).

Baca Juga: Menkes Segerakan Vaksinasi Bagi Penyandang Disabilitas

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Cilacap Pramesti Griana Dewi menjelaskan, ada 12 sampel hasil PCR nakes yang dikirim untuk dilakukan tes WGS.

Sampel tersebut, lanjutnya merupakan sampel dengan cycle threshold value (CT value) rendah.

"CT value memperlihatkan kemudahan ditemukan virus, semakin kecil CT value virus makin banyak. Angka CT value 30-25 itu yang perlu diperiksa genome," ungkap Pramesti.

Dinas Kesehatan lanjut Pramesti, saat ini juga kembali mengirimkan sampel untuk di tes WGS. Hal itu, menurutnya sebagai bentuk kewaspadaan terhadap penularan Covid-19, khususnya dari varian India.

Baca Juga: Di Tengah Pandemi, Kasus Flu Burung H10N3 Muncul di Tiongkok

Lebih lanjut Pramesti mengatakan, gejala yang timbul oleh virus korona varian India tidak berbeda dengan virus korona biasa. Namun demikian yang dikhawatirkan adalah kecepatan penularannya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sapi Milik Peternak Miskin Dibantu Pakan Konsentrat

Minggu, 26 September 2021 | 20:04 WIB

Klinik Bima Husada, Gratis Bagi Warga Tak Mampu

Minggu, 26 September 2021 | 19:04 WIB

Prospek Budi Daya Tanaman Porang di Magelang Terbuka

Minggu, 26 September 2021 | 13:26 WIB

2.358 Peserta Tes Berebut 100 Kuota CPNS Pemkab Kebumen

Sabtu, 25 September 2021 | 15:51 WIB

Belasan Kelompok Tani di Sleman Dibantu Alsintan

Jumat, 24 September 2021 | 14:49 WIB
X