PKB Wonosobo Targetkan 15 Kursi di DPRD

- Selasa, 1 Juni 2021 | 16:35 WIB
DPC PKB Wonosobo menggelar Muskercab di PP Al Mubarok Manggisan Mojotengah, Senin (31/5). (SM/Adib Annas Maulana)
DPC PKB Wonosobo menggelar Muskercab di PP Al Mubarok Manggisan Mojotengah, Senin (31/5). (SM/Adib Annas Maulana)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Ketua Dewan Syuro DPC PKB Wonosobo KH Nur Hidayatullah menargetkan 15 kursi di DPRD pada Pemilu 2024.

Pengasuh PP Al Mubarok Manggisan Mojotengah itu, mengatakan hal tersebut di sela-sela pembukaan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) DPC PKB di pondok pesantren yang diasuhnya, Senin (31/5/2021).

"Target tersebut saya pandang cukup realitis. Apalagi dalam survei nasional PKB masuk dalam tiga besar. Peluang tersebut harus bisa dimanfaatkan oleh pengurus dan kader di tingkat bawah," ujarnya.

KH Nurhidayatullah menyebut Muskercab PKB Wonosobo termasuk yang tercepat di Jawa Tengah bahkan Indonesia paska dilakukan Muscab PKB yang digelar secara serentak beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Jokowi Minta Kasus Covid 19 di Kudus Segera Ditangani

"Mudah-mudahan ini menjadi pertanda yang baik bagi PKB Wonosobo. Menjadi insiprasi PKB se-Indonesia untuk bergerak cepat. Sebab, rumusan program kerja dalam Muscab akan menentukan menang-kalahnya PKB dalalam Pemilu 2024 nanti," tegasnya.

Pihaknya meminta pengurus dan wakil rakyat PKB untuk disiplin, solid dan loyal. Mau bekerja keras, bekerja cerdas dan ikhlas guna membesarkan partai. Pengurus dan anggota FKB merupakan ujung tombak kemenangan PKB.

"Pengurus dan kader PKB  juga harus merapatkan barisan dan meletakan bangunan yang kokoh sehingga tidak mudah goyah. Warga NU menjadi basis utama PKB. Jumlah warga NU itu besar, karena itu harus tetap dipertahankan," pintanya.

Baca Juga: Karate PON Jateng Rencanakan Try Out ke Bali

Ketua PCNU Wonosobo Ngarifin Shidiq mengharapkan PKB selalu membangun sinergitas dengan NU.

 Aspirasi warga NU harus dapat diperjuangan wakil rakyat di DPRD dari PKB. Sehingga NU dan PKB tetap bersatu dalam segala situasi.

"NU itu bapaknya PKB dan PKB itu anaknya NU. Jadi tidak bisa dipisahkan sampai kapan pun. Muskercab itu menjadi panduan terkait apa, siapa dan bagaimana PKB akan dibawa di masa yang akan datang," katanya.

Ngarifin menganalogikan, saat ini banyak perusahaan ambruk alias bangkrut secara tragis dan sistemik, karena tidak bisa mengikuti perkembangan zaman dan meletakan bangunan yang kokoh.

"Perusahaan sekelas Giant, Ramayana dan Matahari, hari ini gulung tikar. Karena apa? Tidak bisa mengikuti perkembangan zaman dan tehnologi. Kalah dengan pendatang baru yang kerjanya terukur dan berbasis data," ungkapnya.

Sebagai partai politik, PKB harus bisa mengadopsi managemen perusahaan kekiniaan, yang mampu memanfaatkan gerakan emak-emak. Meski tidak terlihat, namun sangat masif, merata di seluruh wilayah dan strata sosial dan sulit dibendung.

"Gerakannya tidak terlihat tetapi hasilnya nyata dan sangat terukur. PKB harus bisa menang dengan cara seperti itu, gerakanya tidak terbaca tapi hasilnya nyata dan mampu meraih kemenangan secara signifikan," katanya.

Halaman:
1
2

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penduduk Miskin Jawa Tengah Turun 175,74 Ribu Orang

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:20 WIB

Polres Boyolali Musnahkan 300 knalpot Brong

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:57 WIB
X