Bupati Banyumas Achmad Husein Klarifikasi Cuplikan Video Takut OTT yang Viral: Itu Tidak Lengkap

- Senin, 15 November 2021 | 10:44 WIB
Bupati Banyumas Achmad Husen./tangkapan layar/instagram @ ir_achmadhusein
Bupati Banyumas Achmad Husen./tangkapan layar/instagram @ ir_achmadhusein

BANYUMAS, suaramerdeka.com - Saat ini cuplikan video yang berisi pernyataan Bupati Banyumas, Achmad Husein tentang takut Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK tengah viral dan jadi sorotan netizen.

Penyebabnya, dalam cuplikan video takut OTT itu, Bupati Banyumas Achmad Husein menyebutkan bahwa semua takut dan tidak mau di OTT, dan mohon ada pemanggilan dulu sebelum OTT untuk kemudian ada perbaikan, jika tidak ada perbaikan baru ditangkap.

Kemudian dalam cuplikan video takut OTT itu, Bupati Banyumas Achmad Husein menambahkan, bahwa jika yang dipanggil telah berubah menjadi baik, dilepas saja.

Baca Juga: Kemenag Jateng Melakukan Terobosan Baru, Optimalkan Tata Kelola Surat Berbasis Digital

Menanggapi viral dan sorotan dari netizen akan cuplikan video takut OTT itu, Bupati Banyumas Achmad Husein memberikan klarifikasi.

"Cuplikan video yang viral di media sosial itu tidak lengkap, sehingga saya perlu lakukan klarifikasi," kata Achmad Husein.

Ditambahkannya, cuplikan video yang beredar itu merupakan kegiatan disukusi dalam ranah tindak pencegahan yang diadakan oleh Koordinasi Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK dan bukan ranah penindakan.

Baca Juga: Covid-19 Masih Ada, Masyarakat Diminta Tetap Pakai Masker dan Patuhi Prokes

"Yang namanya pencegahan kan ya dicegah bukan ditindak. Sebetulnya ada enam poin yang sampaikan, salah satunya tentang OTT. Dengan pertimbangan bahwa OTT itu menghapus dan menghilangkan kepala daerah," ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan dengan di OTT, tidak menjamin keadaan daerah tersebut semakin membaik.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pesta Miras di Cepu Memakan Korban, 5 Orang Tewas

Kamis, 20 Januari 2022 | 08:48 WIB

Penduduk Miskin Jawa Tengah Turun 175,74 Ribu Orang

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:20 WIB

Polres Boyolali Musnahkan 300 knalpot Brong

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:57 WIB
X