Turunkan Stunting, BKKBN Pastikan Ada Pendampingan

- Minggu, 14 November 2021 | 11:57 WIB
Kepala Biro Umum  dan Hubungan Masyarakat BKKBN Pusat, Putut Riyanto pada acara Sosialisasi, Advokasi dan KIE Program Bangga Kencana, Bersama Mitra di Hotel @home. (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)
Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat BKKBN Pusat, Putut Riyanto pada acara Sosialisasi, Advokasi dan KIE Program Bangga Kencana, Bersama Mitra di Hotel @home. (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto)

KUDUS, suaramerdeka.com - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memastikan ada pendampingan keluarga yang mempunyai bayi di bawah dua tahun (baduta) dalam mempercepat penurunan angka stunting. Tiga SDM pendamping yakni bidan, kader dan tenaga PKK.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Umum  dan Hubungan Masyarakat BKKBN, Putut Riyanto pada acara Sosialisasi, Advokasi dan KIE Program Bangga Kencana, Bersama Mitra di Hotel @home, Sabtu, 13 November 2021.

''Keluarga yang mau nikah,  keluarga hamil, kemudian keluarga punya anak bawah dua tahun (baduta) ada yang mendampingi. Untuk pelaksanaan percepatan penurunan stunting juga diperlukan kerja gotong-royong antar lembaga dan dinas yang terkait misalnya tenaga program keluarga harapan juga disiapkan dalam pendampingan,'' papar Riyanto.

Baca Juga: Kilang Pertamina Cilacap Kebakaran, Begini Kata Warga

Lebih lanjut Riyanto mengatakan, selain melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, terutama ibu hamil tentang pentingnya membiasakan pola hidup sehat dan makan makanan dengan asupan gizi seimbang.

Juga pentingnya memperhatikan 1.000 hari pertama kehidupan yang dimulai sejak ibu hamil, menyusui dan anak usia 0-23 bulan.

''Selain itu diperhatikan juga pendewasaan usia perkawinan. Karena jika belum siap dan saat hamil dalam kondisi anemia, maka potensi anak yang dilahirkan stunting. Waktu paling ideal bagi pasangan usia subur (PUS), yang ingin mempunyai keturunan adalah usia 21 hingga 35 tahun. Melahirkan di bawah usia 21 tahun berisiko membahayakan kesehatan dan keselamatan nyawa perempuan,'' jelasnya.

Baca Juga: Kilang Pertamina Cilacap Terbakar, Pernah Terjadi Setiap Tahun dari 2008-2011

Stunting akan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan, dan memperlebar ketimpangan, karena pengalaman dan bukti internasional menunjukkan stunting dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan menurunkan produktivitas pasar kerja.

Sehingga mengakibatkan hilangnya 11 persen GDP (Gross Domestic Products) serta mengurangi pendapatan pekerja dewasa hingga 20 persen.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gelar Haul Gus Dur, PKB dan NU Cilacap Berkolaborasi

Kamis, 13 Januari 2022 | 11:48 WIB
X