Hari Pahlawan, Masyarakat Diajak Teladani KH Hasyim Asy'ari dan Sri Sultan Hamengku Buwono IX

- Sabtu, 13 November 2021 | 09:36 WIB
Gus Hilmy acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI sekaligus Peringatan Hari Pahlawan Nasional. (suaramerdeka.com / dok)
Gus Hilmy acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI sekaligus Peringatan Hari Pahlawan Nasional. (suaramerdeka.com / dok)

Dalam konteks yang berbeda, Gus Hilmy menyebut pejuang lain di bidang seni, yaitu Usmar Ismail.

Dia adalah Bapak Perfilman Indonesia, pendiri dan ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi), yang juga pernah menjadi anggota DPR.

Pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepadanya atas kiprah dan sepak terjangnya dalam memajukan perfilman di Indonesia setelah 50 tahun beliau wafat.

Semuanya berusaha dengan sungguh-sungguh dalam peran dan bidangnya masing-masing, dengan dilandasi oleh rasa cinta terhadap kebaikan bangsanya.

Baca Juga: 200 Pesepeda Siap Semarakkan 'Gowes Berkebaya', Ini Rute yang Akan Ditempuh

Mereka sama sekali tidak pernah berpikir akan mendapatkan gelar kepahlawanan itu, karena bagi mereka adalah bagaimana bisa melakukan sesuatu yang baik dan bermanfaat.

“Berjuang bisa dengan berbagai media atau sarana. Yang penting semuanya dilakukan karena cinta terhadap tanah air. Dan apa pun yang namanya cinta, maka harus diikuti dengan sikap patuh dan taat."

"Cinta juga mengharuskan orang untuk peduli dan mau berkorban. Bentuknya bisa macam-macam, dengan membela, melawan, menjaga, merawat dan lain-lain, yang menunjukkan hal itu sebagai bukti dari cinta,” jelas Senator asal Yogyakarta tersebut.

Lalu bagaimana konteks hari ini agar santri menjadi pahlawan?

Baca Juga: Ini Tujuh Tanaman Toga Ini Wajib Ada di Pekarangan Rumah

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengurus Cabang IAKMI Se-Jateng Dilantik

Sabtu, 4 Februari 2023 | 15:45 WIB

Etika Digital dalam Bermedia Cegah Turbulensi Politik

Kamis, 2 Februari 2023 | 20:48 WIB
X