Klaster Sekolah Menjadi Kasus Penularan Besar di Bantul, Ada yang Menyebar Hingga Sleman

- Kamis, 11 November 2021 | 12:42 WIB
Lonjakan kasus ke 3 covid-19. (foto: pikiran rakyat)
Lonjakan kasus ke 3 covid-19. (foto: pikiran rakyat)

BANTUL, suaramerdeka.com - Kegiatan pembelajaran tatap muka di SD Kasihan, Tamantirto, Kasihan menjadikan klaster penularan covid-19 muncul di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pemicu terjadinya klaster penularan covid 19 di sekolah adalah kelalaian seorang guru SD Kasihan berinisial SL yang nekat mengajar di sekolah meski mengetahui dirinya kontak erat dengan pasien Covid-19.

Camat Kasihan, Subarta menyebutkan bahwa ibu dari SL positif covid-19 sejak 27 Oktober lalu.

Baca Juga: Habib Luthfi Genap Berusia 74 Tahun, Ini Kejutan dari Dandim Pekalongan

Kemudian SL menjalani tes antigen pada 29 Oktober siang, namun sebelumnya SL sempat mengajar di kelas.

Setelah diketahui bahwa SL positif covid-19, pihak puskesmas langsung melakukan penelusuran karena SL sempat mengajar di kelas.

Diketahui bahwa terdapat 85 orang yang menjalin kontak erat dengan SL.

Baca Juga: Peringati Hari Pahlawan, ASH: Dulu Melawan Penjajah, Kini Lawan Covid-19

Terdiri 63 siswa, 18 guru dan 4 mahasiswa PPL.

Puluhan orang ini kemudian menjalani tes pemeriksaan PCR pada 30 Oktober dan 1 November 2021.

Hasilnya, 8 orang terkonfirmasi positif covid-19, terdiri dari 3 guru, 3 siswa SD Kasihan dan 2 mahasiswa PPL.

Baca Juga: Wayang Bisa Tampil Modern dan Kekinian, Kreativitas Anak Muda Didorong

Penelurusan lanjutan dari para guru dan murid mendeteksi 9 kasus baru, yaitu anggota keluarga dari para pasien.

Klaster ini mencatat ada 18 kasus termasuk pasien SL.

Klaster sekolah di DIY bukan hanya dari SD Kasihan, namun ada juga dari SMKN 1 Sedayu, Bantul yang menyebar hingga Sleman yang mencapai puluhan kasus.

Baca Juga: Kota Magelang Masuk PPKM Level 1, Tracing Masih Harus Digencarkan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama mengatakan, terdapat 75 kasus Covid-19 yang merupakan pecahan dari klaster penularan di SMKN 1 Sedayu Bantul, yang ditemukan melalui penelusuran kontak pasien siswa di SDN Sukoharjo, Sedayu.

Menurut Cahya, beberapa siswa SMKN 1 Sedayu Bantul yang bertempat tinggal di Sleman sehingga terpapar covid-19.

Pemeriksaan dari pemilik riwayat kontak erat dengan pasien terdapat 69 kasus baru.

Baca Juga: Pocut Meurah Intan Sosok Perempuan Hebat, Ganjar Usulkan Jadi Pahlawan Nasional

Penelusuran lanjutan menemukan 6 pasien baru melalui tes PCR, sehingga total menjadi 75 kasus per 8 November 2021.

75 kasus tersebut semuanya merupakan orang tanpa gejala (OTG), sehingga menjalani isolasi mandiri dan sebagian ke isoter asrama haji.

Awal penularan diduga dari kegiatan takziah yang diikuti salah seorang guru SD Sukoharjo, Sedayu sehingga menularkan ke murid-murid dan rekan kerjanya.

Hasil penelusuran kontak erat salah seorang siswa SD Sukoharjo kemudian menemukan penularan Covid-19 di SMKN 1 Sedayu.

Selain itu, anggota keluarga dari para siswa dan guru juga terpapar covid-19.

Imbas dari penularan di Sedayu ini sampai ke berbagai kecamatan di Bantul, seperti Kasihan, Srandakan, Pajangan, dan Sanden.

Bahkan meluas hingga Sleman.

Pemda DIY dan Pemkab Bantul kemudian menutup satuan pendidikan yang berada di wilayah Kecamatan Sedayu.

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas mulai dari SD hingga SMA/SMK dihentikan selama dua pekan mulai awal November 2021.

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X