Perbaikan Jalan Rusak di Blora Butuh Rp 300 Miliar, Panjang Capai 439,45 Km

- Selasa, 9 November 2021 | 06:45 WIB
Ruas jalan Kunduran Doplang (Jati) Blora yang kondisinya di musim penghujan ini semakin parah. (suaramerdeka.com / Urip Daryanto)
Ruas jalan Kunduran Doplang (Jati) Blora yang kondisinya di musim penghujan ini semakin parah. (suaramerdeka.com / Urip Daryanto)

BLORA, suaramerdeka.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora, Ir. Samgautama Karnajaya, MT mengemukakan, butuh dana sekitar Rp 300 miliar untuk memperbaiki jalan kabupaten rusak di Blora dengan panjang mencapai 439,45 Km.

Menurutnya, jalan rusak sepanjang 439,45 km itu memiliki kategori berat dan sedang, serta jika ditambah dengan kerusakan ringan maka jumlahnya akan lebih panjang lagi.

“Butuh anggaran besar untuk memperbaiki jalan yang rusak itu yakni sekitar Rp 300 Miliar. Sementara proyeksi pendanaan infrastruktur di APBD 2022 pada DPUPR hanya mampu sebesar Rp 60 Miliar," jelas Kepala PU Samgautama Senin, 8 November 2021.

Ditambahkan, Pemerintah Kabupaten Blora terus berusaha memaksimalkan kondisi kemampuan anggaran daerah untuk menangani jalan rusak yang terus ditagih masyarakat tersebut.

Baca Juga: Ini Rute dan Koridor BRT Trans Semarang yang Perlu Diketahui

Keterbatasan anggaran di tahun 2022, dibenarkan Plt. Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD), Slamet Pamudji, SH., M.Hum.

Menurutnya, dibanding tahun 2021, kemampuan keuangan daerah Blora di tahun anggaran 2022 mengalami penurunan.

Di antaranya, penurunan DAU sebesar Rp 28,5 Miliar, DAK Fisik turun sebesar Rp 54 Miliar.

Sementara itu, lanjut Mumuk, panggilan akrab Slamet Pamudji, DBH Pusat juga turun sebesar Rp 13,7 miliar, termasuk DBH Provinsi turun sebesar Rp 26 miliar.

Baca Juga: Diapit Dua Sungai Besar, Tegal Siaga Bencana Banjir. Laporan Diminta Cepat dan Akurat

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X