Aktifkan Bank Sampah, Pemkab Bantul Gandeng Kampus UAD

- Rabu, 3 November 2021 | 14:54 WIB
 Alat pengolah sampah yang dipamerkan di Kalurahan Potorono sebagai salah satu unit penghancur limbah.(Foto: Agung PW)
Alat pengolah sampah yang dipamerkan di Kalurahan Potorono sebagai salah satu unit penghancur limbah.(Foto: Agung PW)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan setiap hari menampung ratusan ton sampah dari Yogyakarta, Sleman dan Bantul.

Gunung sampah terlihat dari jauh dan bau tak sedap juga tercium dalam radius tertentu. Kondisi tersebut tidak ideal lagi.

Lokasi TPA yang berada di wilayah Bantul itu menurut berbagai pihak sudah tidak layak. Pemerintah Kabupaten Bantul berusaha melakukan terobosan dalam pengelolaan sampah.

Baca Juga: Yuk Simak Keberuntungan Tiga Weton ini di Bulan November

Bupati Abdul Halim Muslih menggagas Gerakan Bantul Bersama yakni Bersih Sampah Tahun 2025.

Gerakan sudah diawali beberapa waktu lalu dengan membentuk dan mengaktifkan bank sampah.

''Gerakan ini merupakan model pengelolaan sampah berbasis Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal). Keterlibatan BUMKal sangat penting karena efektif membantu bank sampah. Selain itu, kerja sama dengan perguruan tinggi juga penting dari sanalah muncul gagasan yang dapat diterapkan di masyarakat,'' ungkap Halim di sela-sela peresmian kerja sama dengan Universitas Ahmad Dahlan.

Baca Juga: Polda Jateng Berikan Bantuan Psikososial untuk 100 Anak Terdampak Covid-19

Ia menjelaskan di Bantul ada 70 BUMKal dan 24 di antaranya sudah memiliki unit pengolahan sampah.

Gerakan Bantul Bersama baginya langkah tasional dan masuk akal untuk mengelola sampah secara mandiri dari lingkup paling dasar.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X