Menjahit Asa dari Rumah Konveksi Kresna Patra

- Sabtu, 30 Oktober 2021 | 17:02 WIB
Agung (31) penyandang Tuna Daksa menuju Rumah Konveksi Kelompok Kresna Patra yang merupakan program CSR PT Pertamina (Persero) Fuel Terminal Boyolali di desa Klewor, Kemusu Kabupaten Boyolali, Sabtu 30 Oktober 2021. (suaramerdeka.com / Maulana M Fahmi)
Agung (31) penyandang Tuna Daksa menuju Rumah Konveksi Kelompok Kresna Patra yang merupakan program CSR PT Pertamina (Persero) Fuel Terminal Boyolali di desa Klewor, Kemusu Kabupaten Boyolali, Sabtu 30 Oktober 2021. (suaramerdeka.com / Maulana M Fahmi)

BOYOLALI, suaramerdeka.com - Dengan dua kruk di lengan, Agung (31) menyusuri jalan desa Klewor, Kemusu Kabupaten Boyolali, Sabtu 30 Oktober 2021.

Penyandang tuna daksa itu terlihat bersemangat menuju Rumah Konveksi Kelompok Kresna Patra yang merupakan program CSR PT Pertamina (Persero) Fuel Terminal Boyolali kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Boyolali, PT Pan Brother TBK dan Forum Komunikasi Difabel Boyolali (FKDB).

Bersama tujuh penyandang disabilitas lainnya, Agung berkarya di rumah ukuran 6x6m, memproduksi umbul-umbul, masker maupun menjahit daster.

Sejumlah penyandang Disabilitas sedang menjahit daster pesanan di Rumah Konveksi Kelompok Kresna Patra di desa Klewor, Kemusu Kabupaten Boyolali, Sabtu, 30 Oktober 2021. (suaramerdeka.com / Maulana M Fahmi)

Di bawah pendampingan Sri Setyaningsih (39), rumah konveksi yang telah disupport CSR Pertamina tersebut terus berkembang.

Berawal dari keinginan Sri untuk memberdayakan para disabilitas, gayung bersambut dengan program Difablepreneur PT Pertamina.

Kelompok difabel tersebut kemudian diberikan pembekalan pelatihan menjahit serta diberi bantuan 3 set mesin jahit beserta alat setrika uap.

Mustofa (35) penyandang Tuna Daksa mengambil benang untuk menjahit saat berkarya di Rumah Konveksi Kelompok Kresna Patra di desa Klewor, Kemusu Kabupaten Boyolali, 30 Oktober 2021. (suaramerdeka.com / Maulana M Fahmi)

Kini, meski berjalan belum genap setahun, kelompok difabel tersebut mampu mengembangkan potensinya dalam bisnis konveksi.

"Kami mulai menjalani pelatihan April 2021, dan syukur Alhamdulillah berkat support Pertamina dan sejumlah pihak terkait, kelompok difabel kami mampu mengembangkan bisnis ini. Saat ini kami mendapat pesanan 500 daster dalam 2 Minggu," kata dia.

"Bahkan bisa lebih permintaannya, namun kami belum bisa menerima order lebih karena keterbatasan tempat dan mesin untuk produksi yang terbatas,” jelas Sri.

Agung penyandang Tuna Daksa membantu Siti (Disabilitas) turun dari kendaraannya sesaat sebelum menuju Rumah Konveksi Kelompok Kresna Patra di desa Klewor, Kemusu Kabupaten Boyolali, 30 Oktober 2021. (suaramerdeka.com / Maulana M Fahmi)

Sri yang juga penyandang Disabilitas mengaku semangat dan antusiasme anggotanya membuat kemajuan Rumah Konveksi Kelompok Kresna Patra begitu pesat meski di tengah masa pandemi.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jateng Optimistis: Siapkan Upaya Konkret Hadapi Resesi

Selasa, 6 Desember 2022 | 05:20 WIB
X