Terkenal Multikuktural, Kemojan Diresmikan Jadi Desa Binaan Bawaslu

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 23:00 WIB
Kemojan jadi desa binaan Bawaslu Jepara. (suaramerdeka.com/dok)
Kemojan jadi desa binaan Bawaslu Jepara. (suaramerdeka.com/dok)

JEPARA, suaramerdeka.com - Bawaslu Jepara kembali menambah desa binaan di kepulauan Karimunjawa, tepatnya di desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa bertajuk desa Pengawasan Pemilu, Selasa, 26 Oktober 2021.  

Hadir perwakilan dari Bawaslu Jepara, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Kunjariyanto dan Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa, M. Zarkoni beserta jajaran staf. 

Kunjariyanto menyatakan, memilih desa Kemujan sebagai desa binaan karena masyarakatnya yang multukultural, sehingga bisa dijadikan sebagai mitra Bawaslu dalam mencegah politisasi SARA, berita bohong, dan Politik uang. 

Baca Juga: PON XX Papua: Atlet Wushu Jateng Digelontor Bonus

Masyarakat desa Kemojan terdiri dari beberapa Suku dan Etnis seperti Jawa, Bugis, Madura, Buton, Bajo, dll. Sehingga rawan menjadi sasaran oknum politik untuk menerapkan sentimen SARA.

Ia meniturkan Majemuknya suku di Kemujan ini perlu kita teladani dalam hal persatuan dan integritasnya dalam bermasyarakat, tetapi juga perlu diwaspadai saat pesta demokrasi.

Terutama terhadap oknum yang memanfaatkan sentiman SARA saat berkampanye.

“Untuk itu perlu bagi Bawaslu Jepara mengajak masyarakat desa Kemujan untuk memahami aturan pemilu, dan menjadi pengawas partisipatif untuk ikut serta mengawasi Politik SARA, hoax, dan politik uang” tambahnya.

Baca Juga: Meski Tak Raih Medali Emas, Pembalap Jateng Tetap Diguyur Bonus

Selain itu, jarak yang cukup jauh antara pusat kota dengan kepulauan Karimunjawa khususnya desa Kemujan menjadikannya kawasan yang jauh dari pusat informasi khususnya terkait kepemiluan. 

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

PPKM Level 3 Batal, DIY Tetap Perketat Pengawasan

Rabu, 8 Desember 2021 | 10:36 WIB

PKS: Kitab Kuning Pondasi Pembangunan Peradaban

Senin, 6 Desember 2021 | 12:03 WIB
X