KKP Jamin Tambak Udang Modern di Pesisir Selatan kebumen Tak Cemari Lingkungan

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 17:33 WIB
Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH secara simbolis menyerahkan bantuan kepada warga saat Peluncuran Ekonomi Biru, Laut Sehat, Indonesa Sejahtera dan Peringatan HUT ke-22 KKP di Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, Selasa, 26 Oktober 2021. (suaramerdeka.com/dok)
Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH secara simbolis menyerahkan bantuan kepada warga saat Peluncuran Ekonomi Biru, Laut Sehat, Indonesa Sejahtera dan Peringatan HUT ke-22 KKP di Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, Selasa, 26 Oktober 2021. (suaramerdeka.com/dok)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjamin pembangunan kawasan budidaya udang berbasis teknologi perikanan modern akan menerapkan teknologi ramah lingkungan dan berkelanjutan.

KKP juga menganggarkan penghijauan sekitar sepadan pantai yang akan dibangun shrimp estate, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir pembangunan ini akan merusak lingkungan.

"Kita akan buat yang tidak mencemari lingkungan dan eye catching, enak dilihat dan sedap dipandang mata," ujar Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan Ditjen Perikanan Budidaya KKP Tinggal Hermawan SPi MSi.

Baca Juga: Jaga Kearifan Lokal, Sejumlah Desa Gelar Acara Budaya Meski Pandemi

Kita akan menjaga ketat, jika tidak ada garansi bahwa ini akan ramah lingkungan Pak Menteri pun tidak akan mengizinkan untuk dilakukan pembangunan," ujarnya saat Peluncuran Ekonomi Biru, Laut Sehat, Indonesa Sejahtera dan Peringatan HUT ke-22 KKP di Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, Selasa 26 Oktober 2021.

dihadiri oleh Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH, Wakil Bupati Kebumen Hj Ristawati Purwaningsih SST MM, jajaran Forkopimda Kebumen.

Dalam kegiatan juga dilaksanakan tele converence dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang mengikuti kegiatan yang dipusatkan di Belitung Timur.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Arti Penting Sumpah Pemuda Bagi Bangsa Indonesia

Tinggal Hermawan menambahkan, bahwa tujuan pembangunan tambak udang berbasis kawasan ini adalah kesejahteraan masyarakat pembudidaya di Kebumen.

Pada tahap awal pihaknya akan mengawal dengan ketat, sehingga target produksi 40 ton per hektare per siklus itu bisa tercapai.

"Tadinya kita berpikir apakah langsung diserahkan. Nanti takutnya mangkrak sehingga kami sebagai penanggung jawab harus memastikan program ini berjalan lancar."

"Masyarakat bisa belajar membudidaya, harapannya setelah membudidaya memiliki modal bisa mengembangkan di tempat lain," ujarnya.

Baca Juga: Gempa Swarm Masih Berpotensi Terjadi, Struktur Rumah Warga Perlu Penguatan Kualitas

Selain itu adalah penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Apa yang diberikan negara untuk masyarakat juga harus ada pengembalian untuk negara yang kemudian akan dikembalikan lagi untuk pembangnan masyarakat.

Selanjutnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari hasil pembangunan tambak udang.

Adapun untuk pengoperasian shrimp estate di Kebumen, KKP berkomitmen untuk memanfaatkan tenaga kerja lokal yang jumlahnya mencapai ratusan orang.

Hanya tenaga kerja yang memiliki kemampuan spesifik yang didatangkan dari luar. Dampak ikutan kegiatan itu akan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Baca Juga: Tim Unnes Beri Pendampingan, BUMDes Desa Nyatnyono Simpan Banyak Potensi

Untuk itu masyarakat tidak perlu akan hanya jadi penonton tetapi menjadi tuan rumahnya sendiri.

"Bupati maupun wakil bupati bisa mengkritisi saya, jika suatu hari melenceng dari komitmen yang kami sampaikan," ujarnya.

Pembangunan shrimp estate seluas 100 hektare di Kecamatan Klirong dan Petanahan. Akhir 2021 akan dilaksanakan groundbreaking alias peletakan batu pertamanya.

Sedangkan awal tahun 2022 mulai pembangunan dan akhir 2022 sudah bisa ujicoba.

"Jika rencana ini lancar, 2023 kita akan bisa produksi dan semoga bisa mendekati target 40 ton per hektare persiklus," ujarnya.

Halaman:
1
2
3

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X