Gempa Swarm di Ambarawa dan Salatiga, BMKG Imbau Ini ke Masyarakat

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 11:32 WIB
Ilustrasi Gempa Swarm di Ambarawa dan Salatiga. (Twitter/@DaryonoBMKG)
Ilustrasi Gempa Swarm di Ambarawa dan Salatiga. (Twitter/@DaryonoBMKG)

AMBARAWA, suaramerdeka.com - Gempa Swarm yang terjadi di Ambarawa dan Salatiga sejak Sabtu, 23 Oktober 2021 yang lalu telah berdampak pada kerusakan kecil bangunan dan sejumlah daerah mengalami longsor.

Dengan adanya Gempa Swarm, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pendakian gunung dan menghindari jalanan bertebing terjal serta berbatu.

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono, bahwa Gempa Swarm akan memicu terjadinya longsoran tanah dan batu.

Baca Juga: Naik Becak di Pekalongan Makin Asyik dengan Motif Batik, dari Jlamprang sampai Terang Bulan

Sehingga, kata Daryono, Gempa Swarm berpengaruh pada kestabilan lereng.

“Waspadai lereng tebing, karena swarm yang terus terjadi dapat mengganggu kestabilan lereng,” kata Daryono, seperti yang dikutip suaramerdeka.com dari akun instagramnya @daryonobmkg, Selasa, 26 Oktober 2021.

Selain itu, tambah Daryono, masyarakat diimbau untuk tak menempati bangunan dengan retakan besar sementara waktu lantaran berisiko bagi keselamatan.

Baca Juga: Program Bedah Rumah Rotary Club Berhasil Perbaiki 5 RTLH di Kebumen

“Jika makin besar retakan maka untuk sementara sebaiknya tidak ditempati karena jika guncangan lebih besar akan makin rusak dan berisiko bagi keselamatan bagi penghuninya,” pungkasnya.

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Akun Twitter Siskaee Lenyap, Ada Apa?

Sabtu, 4 Desember 2021 | 10:46 WIB

Disporapar Genjot Kemajuan Sektor Pariwisata

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:21 WIB
X