Ajakan Warga Mangunan Jaga Hutan lewat Tradisi Kenduri

- Minggu, 24 Oktober 2021 | 13:32 WIB
Warga mengarak uba rampe dalam acara kenduri Merti Wono di Koperasi Noto Wono, Bantul, Jumat (22/10) sore.(suaramerdeka.com/dok)
Warga mengarak uba rampe dalam acara kenduri Merti Wono di Koperasi Noto Wono, Bantul, Jumat (22/10) sore.(suaramerdeka.com/dok)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Tradisi tahunan masyarakat Mangunan, Bantul berupa kenduri Merti Wono kembali diadakan.

Kali ini tidak sekedar sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan, namun juga disertai harapan agar pandemi segera berakhir.

Kenduri tahun ini sekaligus menjadi perayaan atas capaian penghargaan Kalpataru 2021 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kepada Purwo Harsono, tokoh perintis dan pengelola kawasan wisata hutan pinus Mangunan.

Baca Juga: Hari Sumpah Muda, Ini Lima Ucapan Bahasa Inggris yang Cocok Digunakan

"Penghargaan ini bukan prestasi saya, melainkan buah kerja keras kita semua. Kalpataru ini didekasikan untuk mereka yang telah merawat, menanam, dan menjaga kelestarian hutan,” ungkap Purwo Harsono atau akrab disapa Ipung kepada wartawan disela kenduri Merti Wono di Koperasi Noto Wono, Jumat (22/10) sore.

Lewat tradisi kenduri ini, masyarakat diingatkan agar selalu merawat dan melindungi hutan sebagaimana ikhtiar para petani hutan yang tergabung dalam Koperasi Noto Wono.

Selama ini anggota koperasi bersama-sama menjaga lingkungan, hingga kemudian dibina menjadi pelaku wisata.

Baca Juga: Ekshibisi Solo Goenawan Mohamad di Museum OHD Magelang

"Agenda rutin ini diharapkan bisa menjadi pengingat tentang bagaimana mencintai dan melindungi hutan. Upaya ini juga demi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Ipung.

Ritual kenduri diawali dengan arak-arakan peserta yang mengusung hasil bumi, dan piala Kalpataru.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Akun Twitter Siskaee Lenyap, Ada Apa?

Sabtu, 4 Desember 2021 | 10:46 WIB

Disporapar Genjot Kemajuan Sektor Pariwisata

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:21 WIB
X