Santri Perlu Keluar dari Zona Nyaman, Gus Hilmy: Semar Badranaya Patut Dicontoh

- Senin, 25 Oktober 2021 | 08:00 WIB
Gus Hilmy pada acara Refleksi Hari Santri dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu alayh wasallam yang diselenggarakan oleh PW IPNU-IPPNU DIY di Gedung PWNU DIY. (suaramerdeka.com / dok)
Gus Hilmy pada acara Refleksi Hari Santri dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu alayh wasallam yang diselenggarakan oleh PW IPNU-IPPNU DIY di Gedung PWNU DIY. (suaramerdeka.com / dok)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Pembina Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) DIY Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. menyampaikan bahwa sebagai santri, menjadi orang baik saja tidak cukup, tetapi juga harus bermanfaat.

Oleh sebab itu, Semar Badranaya bisa menjadi tokoh pewayangan yang patut dicontoh para santri.

Hal itu diungkapkan Senator RI asal Yogyakarta tersebut pada acara Refleksi Hari Santri dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu alayh wasallam yang diselenggarakan oleh PW IPNU-IPPNU DIY di Gedung PWNU DIY, Sabtu 23 Oktober 2021 malam.

“Mengapa Semar Badranaya lebih dipandang dan dihormati daripada saudara-saudaranya, yaitu Togog dan Bethara Guru? Tak lain karena Semar berani keluar dari zona nyamannya di Kahyangan. Semar turun ke jalan, ke keramaian untuk memperbaiki keadaan. Oleh sebab itu, ajaran Semar tak hanya tersebar luas, tapi juga membumi,” kata Gus Hilmy.

Baca Juga: Suka Marah-marah? Begini Cara Meredamnya

Sikap Semar, menurut pria yang akrab disapa Gus Hilmy tersebut, layak dicontoh oleh para santri, para anggota IPNU-IPPNU untuk turun ke jalan, dalam arti mengambil peran di masyarakat.

Tetap berada di zona nyaman tidak akan memberikan dampak apa-apa pada lingkungan.

Hal inilah salah satu yang bisa dicontoh dari para ulama, yang berjuang dan mengambil risiko.

Para ulama dihormati, lanjut Gus Hilmy, bukan hanya karena kepandaian dalam ilmu agama dan kemampuan mereka mengurus pesantrennya, tapi lebih dari itu adalah karena perannya di masyarakat.

Baca Juga: Aksi Satpol PP di Aceh Singkil Menyiksa Canon Trending di Twitter, Warganet Mengecam Tindakan Itu

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PPKM Level 3 Batal, DIY Tetap Perketat Pengawasan

Rabu, 8 Desember 2021 | 10:36 WIB

PKS: Kitab Kuning Pondasi Pembangunan Peradaban

Senin, 6 Desember 2021 | 12:03 WIB

Komunitas Save Pekalongan Bantu Warga Terdampak Rob

Senin, 6 Desember 2021 | 09:12 WIB
X