Hari Santri Ditetapkan pada 2015, Gus Hilmy: Perjuangan Sudah Dimulai Belasan Tahun Sebelumnya

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 09:36 WIB
Seminar Nasional Kebangsaan Hari Santri 2021. (suaramerdeka.com / dok)
Seminar Nasional Kebangsaan Hari Santri 2021. (suaramerdeka.com / dok)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A menuturkan, Hari Santri memang baru ditetapkan pada 2015, tetapi sesungguhnya perjuangan untuk itu sudah dimulai sejak belasan tahun sebelumnya.

Hal itu diungkapkan pria yang akrab disapa Gus Hilmy pada Seminar Nasional Kebangsaan Hari Santri 2021 yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta

Perjuangan untuk Hari Santri dilakukan almarhum Mohammad Fajrul Falaakh, S.H., MA., M.Sc., putra dari Prof. KH. Tolchah Mansoer dan kakak kandung Dra. Hj. Safira Machrusah, M.A.

Pakar Hukum Tata Negara dari UGM ini menjadi salah seorang yang mengkaji dan menggelorakan kembali peran Resolusi Jihad dalam perang melawan penjajah di Surabaya, yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan, 10 November.

Baca Juga: Arab Saudi Masih Terapkan Pembatasan Perlintasan Orang Asing, Ini Penjelasan KJRI

"Sayangnya, belum menikmati hasil perjuangannya, beliau sudah meninggal dunia. Sementara kita sebagai santri yang hari ini mendapatkan berkahnya, memiliki kewajiban untuk mengisi dan membuktikannya."

"Pertama, santri harus sembodo, artinya kita harus siap dan sadar diri dengan peluang yang sama. Kalau yang lain ada beasiswa, bagi santri juga ada beasiswa khusus santri. Lalu bisa tidak kita mengisinya?" kata Gus Hilmy.

Demikian pula dari sisi kebersihan dan kesehatan pesantren, tidak boleh memiliki standar yang buruk.

Justru harus memantaskan diri bahwa layak diberi Hari Santri dan UU Pesantren.

Baca Juga: Krisis Pasokan Energi Berlanjut, Harga Minyak Menguat Dekati Level Tertinggi Multi-Tahun

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PPKM Level 3 Batal, DIY Tetap Perketat Pengawasan

Rabu, 8 Desember 2021 | 10:36 WIB

PKS: Kitab Kuning Pondasi Pembangunan Peradaban

Senin, 6 Desember 2021 | 12:03 WIB
X