Bea Cukai Fasilitasi Impor 1.474.200 Dosis Pfizer ke Jateng

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:36 WIB
Kedatangan vaksin Pfizer di Bandara Ahmad Yani. (suaramerdeka.com / dok)
Kedatangan vaksin Pfizer di Bandara Ahmad Yani. (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Bea Cukai memberikan fasilitas fiskal pembebasan bea masuk dan pelayanan segera (rush handling) atas importasi vaksin Pfizer untuk penanganan Covid-19 melalui Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Anton Martin mengatakan, sebanyak 1.474.200 dosis vaksin masuk dengan perkiraan nilai pembebasan sekitar Rp 133,4 miliar.

''Meskipun saat ini tingkat positif Covid-19 sudah terkontrol, namun Bea Cukai tetap harus waspada dan persiapkan jangan sampai gelombang tiga terjadi. Fasilitas yang kami berikan adalah bentuk dukungan percepatan vaksinasi, sebagai langkah preventif, agar cepat tercapai kekebalan komunitas,'' ujar Anton, hari ini.

Ditambahkan, ini merupakan ketiga kalinya Bea Cukai memberikan fasilitas atas Vaksin yang diimpor oleh PT Pfizer Indonesia melalui Bandara Ahmad Yani.

Baca Juga: Dinilai Potensial, Tim LPPM IAIN KUDUS Tawarkan Program Pengembangan Kopi Muria

Sebelumnya fasilitasi pembebasan juga diberikan atas importasi enam Iso Tank Oxygen untuk Pemprov Jawa Tengah, 1 Iso Tank Oxygen untuk Pemkot Surakarta serta alat kesehatan lainnya yang beberapa waktu lalu diimpor melalui Pelabuhan Tanjung Emas dan Bandara Ahmad Yani Semarang.

''Pemberian fasilitas ini merupakan salah satu komitmen Bea Cukai Tanjung Emas dukung dalam penanganan Covid-19 di Indonesia, khususnya Jawa Tengah,'' imbuhnya.

Bea Cukai Tanjung Emas memberikan fasilitas Rush Handling atau penanganan segera yaitu pelayanan kepabeanan yang diberikan atas barang impor tertentu yang karena karakteristiknya memerlukan pelayanan segera untuk dikeluarkan dari kawasan pabean atau bandara sesuai dengan Peraturan Kementerian Keuangan Nomor 74/PMK.04/2021 tentang Pengeluaran Barang Impor Untuk Dipakai Dengan Pelayanan Segera (Rush Handling).

Baca Juga: Terorisme Masih Ancaman Besar, Bahaya Jika Densus 88 Dibubarkan

Selain itu, atas importasi ini juga diberikan fasilitas fiskal, yakni pembebasan bea masuk dan/atau cukai, tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah;

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Akun Twitter Siskaee Lenyap, Ada Apa?

Sabtu, 4 Desember 2021 | 10:46 WIB

Disporapar Genjot Kemajuan Sektor Pariwisata

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:21 WIB
X