Jateng Gagal Penuhi Target PON XX Papua, Sinoeng Minta Maaf

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 21:10 WIB
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Sinoeng Nugroho Rachmad memberi penjelasan kepada media terkait evaluasi PON di Semarang, kemarin. (SM/Moch Kundori)
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Sinoeng Nugroho Rachmad memberi penjelasan kepada media terkait evaluasi PON di Semarang, kemarin. (SM/Moch Kundori)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Sinoeng Nugroho Rachmad menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Jawa Tengah, terkait hasil PON XX Papua yang berakhir 15 Oktober lalu.

Dalam PON itu, Jateng gagal memenuhi target, baik perolehan medali maupun posisi klasemen akhir.

Hasil akhir perolehan medali Kontingen Jawa Tengah pada PON XX adalah 27 medali emas, 47 perak, dan 64 perunggu, di bawah urutan perolehan Provinsi Jawa Barat, DKI, Jawa Timur, Papua, dan Bali.

Baca Juga: Final Piala Thomas, Ginting Bawa Indonesia Unggul 1-0 atas China

"Saya selaku Kepala Disporapar Jawa Tengah menyampaikan permintaan maaf atas hasil yang diperoleh Jateng dalam PON XX. Ini wujud rangkaian pertanggungjawaban dan keterbukaan kami, karena biaya PON ini menggunakan dana APBD yang notabene adalah uang rakyat," katanya dalam keterangan pers evaluasi hasil PON XX 2021 Papua kontingen Jawa Tengah di Semarang, Minggu (17/10).

Kegiatan juga dihadiri Plt Ketua KONI Jateng Bona Ventura, dan para wakil ketua KONI.

Sinoeng menambahkan, berkaitan dengan evaluasi ini, pihaknya meminta pengurus KONI Jateng yang akan datang, siapa pun yang terpilih, untuk mempertajam desain besar olahraga baik event cabang olahraga mau pun mulitievent-nya. Puncaknya, akan dievaluasi pada saat PON 2024 di Aceh-Sumut.

"Kami nderek titip empat poin desain besar arah kebijakan pembinaan olahraga Jateng. Pertama, mengintensifkan kaderisasi dan pemantapan talenta-talenta muda. Alhamdulillah peserta PON XX Papua 2021, peserta dari Jateng, 60 persen adalah talenta muda. Ini ada harapan," katanya.

Baca Juga: Penahanan Tersangka Pengrusakan Pabrik di Pajitex untuk Kepentingan Tahap Dua

Kemudian yang kedua, lanjut Sinoeng, para talenta muda ini perlu dikolaborasikan bukan hanya pengurus cabang olahraga, tetapi di sekolah atau kampus-kampus.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

PPKM Level 3 Batal, DIY Tetap Perketat Pengawasan

Rabu, 8 Desember 2021 | 10:36 WIB

PKS: Kitab Kuning Pondasi Pembangunan Peradaban

Senin, 6 Desember 2021 | 12:03 WIB

Komunitas Save Pekalongan Bantu Warga Terdampak Rob

Senin, 6 Desember 2021 | 09:12 WIB
X