Dicari 4 Jam, Bocah Keterlambatan Psikomotorik Ditemukan Tenggelam di Sungai Tuyuhan

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 18:17 WIB
Lokasi tenggelamnya korban di Sungai Belik Desa Tuyuhan Pancur. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
Lokasi tenggelamnya korban di Sungai Belik Desa Tuyuhan Pancur. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com – Lepas dari pengawasan kakak kandungnya, Saiful Anwar (8) ditemukan warga tewas mengapung terlentang di Sungai Belik Desa Tuyuhan Kecamatan Pancur Rembang.

Nasib nahas bocah asal Rt 4 Rw 2 Desa Tuyuhan Kecamatan Pancur Rembang itu terjadi pada Minggu (17/10) siang.

Ketika itu korban yang diduga mengalami keterlambatan psikomotorik tersebut lepas dari pengawasan kerabatnya sejak pukul 10.00.

Baca Juga: Dukung Pencapaian Kepuasan Pelanggan, Kampus Butuh Terapkan Standar Manajemen Mutu

Saat kejadian kedua orang tua korban tengah bekerja. Satunya berdagang dan satunya lagi ke sawah.

Korban yang tidak tampak di sekitar rumah akhirnya dilakukan pencarian.

Sejak pukul 10, keluarga dan tetangga mencoba mencari keberadaan korban di sekeliling lingkungan.

Korban akhirnya baru ditemukan di Sungai Belik, desa setempat sekira pukul 14.00 WIB.

Seorang warga setempat yang berada di lokasi kejadian saat evakuasi, Irvan Nawawi mengungkapkan, sungai yang menjadi lokasi penemuan berjarak sekira 100 meter dari rumah korban.

Baca Juga: TV Digital Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Isi Siaran untuk Pemirsa

Sungai dengan kedalaman sekira 1 meter tersebut berada di belakang kendang sapi milik warga setempat.

“Saya melihat sendiri mayat korban, posisi mengapung di tengah sungai. Saat dievakuasi diyakini korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Informasi yang berkembang, diduga korban terpeleset dan terjatuh ke sungai saat melintas,” terang Irvan, dilansir dari muria.suaramerdeka.com.

Ia menyebutkan, sesaat setelah dievakuasi dan dicek pihak Puskesmas Pancur, dari mulut dan hidung korban mengeluarkan air.

“Korban langsung diproses untuk pemakaman,” ujarnya.

Baca Juga: Makanan Laut dan Darat Tidak Boleh Dikonsumsi Bersamaan, Apa Benar?

Pihak Puskesmas Pancur disaksikan keluarga melakukan pemeriksaan detail pada jasad korban.

Dokter Puskesmas Pancur, Samsul Anwar saat dikonfirmasi menyatakan, tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Sehingga, diyakini korban meninggal dunia lantaran tenggelam.

“Korban murni tenggelam. Penyebab meninggalnya, secara medis adalah asfiksia, kondisi air masuk ke rongga pernafasan,” jelas Samsul.

Sementara itu, Kapolsek Pancur Martoyo saat dimintai konfirmasi masih harus menunggu laporan Kanit Reskrim Polsek Pancur.

Halaman:
1
2
3

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X