Tim Juri Siap Dampingi Inovator Pelayanan Publik ke Nasional: Ini PR Besar

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 18:11 WIB

SEMARANG, suaramerdeka.com - Tim juri Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Jateng 2021 telah memilih 20 inovator pelayanan publik terbaik, Jumat sore lalu.

Tahap penentuan Top 20 tersebut dilakukan seusai sesi presentasi dan wawancara yang berlangsung empat hari, 12-15 Oktober 2021.

Untuk selanjutnya, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo yang akan mengumumkan para pemenang.

Baca Juga: Lazsima Gulirkan Dana Zakat Produktif, Ketua Lazisma: Untuk Usaha, Bukan Konsumtif

Peserta KIPP Jateng 2021 sebanyak 221 proposal inovasi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Jateng.

Selanjutnya dilakukan seleksi administrasi, penilaian proposal, Top 40, hingga wawancara secara virtual oleh sembilan juri dari berbagai disiplin ilmu dan profesi.

Salah satu juri, Slamet Santoso yang merupakan Dosen Universitas Diponegoro (Undip) mengatakan, secara kuantitas dan kualitas inovasi pelayanan publik yang diajukan dalam KIPP Jateng 2021 cenderung menurun.

Baca Juga: Pelopor Pencegahan Kebakaran GRI Magelang Kukuhkan Satlakar

Meski demikian, pihaknya siap mendampingi dan mengintervensi inovator yang akan maju ke ajang KIPP tingkat nasional.

''Ini PR besar bagi semua pihak terkait untuk bangkitkan kembali kejayaan inovasi pelayanan publik Jateng ke depan.
Khusus hasil Top 20 KIPP Jateng 2021, sangat perlu dipoles proposalnya dan diintervensi prosesnya agar jauh lebih baik
dan sesuai dengan parameter inovasi pelayanan publik, memiliki kebaruan, efektif atasi masalah, memiliki kemanfaatan bagi publik, mudah direplikasi, dan memiliki keberlanjutan,'' papar Slamet Santoso, Sabtu 16 Oktober 2021.

Menurutnya, memoles tak hanya berdimensi skill menulis proposal.

Tetapi melakukan perubahan dalam proses intervensi di lapangan, terutama komitmen elite akan inovasi daerah.

''Misalnya dalam prioritas kegiatan, anggaran, promosi SDM basis prestasi inovasi, dan sebagainya, hingga sistem pembentukan mekanisme budaya inovasi birokrasi,'' tegasnya.

Selama ini, lanjut Slamet, pihaknya hanya intervensi sebatas proposal.

Karena itu, dampaknya hanya lolos lomba tapi tak lahir inovasi baru.

Yang terjadi inovasi lama dipoles diajukan lagi, miskin inovasi.

''Berbeda dari RS Margono misalnya, selalu ada kebaruan, dan unik,'' imbuhnya.

Sejumlah evaluasi yang dilakukannya yakni perlu ada filter antara judul dan isi proposal, orientasi penyempurnaan proposal lama yang diajukan lagi ke KIPP perlu ditekankan, serta minat partisipasi OPD berkurang sehingga perlu dikaji serius.

''Perlu penyiapan matang pada proposal Top 10 untuk ajang kompetisi nasional, baik persyaratan kategori kompetisi (umum, replikasi, khusus-Red) maupun substansi perubahan teknis inovasi,'' tutur Slamet Santoso.

Selain Slamet, para juri KIPP Jateng yakni Gunarto Taslim (konsultan perencanaan pembangunan daerah), Suprihadi (dosen UKSW Salatiga), Mustafa (dosen Unissula Semarang), Erwin Ardian (Tribun Jateng), Mujianto (TVRI Jateng), Rony Yuwono (Suara Merdeka), M Bisri (KOMPAK), dan Rosihan Widi Nugroho (PATTIRO).

Kabag Tata Laksana dan Pelayanan Publik Biro Organisasi Setda Jateng, Juwandi mengatakan, pihaknya sangat mendukung
iktikad tim juri memberi masukan kepada para inovator.

''Sehingga nantinya para inovator akan lebih bersaing jika masukan-masukan para juri dipenuhi,'' jelasnya.

Tahap Presentasi dan Wawancara secara virtual yang dilakukan juri terhadap para inovator berlangsung gayeng dan lancar.

Bahkan, dalam Top 40 proposal yang masuk dalam tahapan wawancara, dua kepala daerah yakni Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, dan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq hadir secara virtual dan mempresentasikan langsung inovasi daerahnya.

Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka turut mempresentasikan inovasi Pemkot Surakarta yang berjudul ''Bela Sungkawa Kirim Akta Kematian''.

Gibran menjelaskan tentang kepedulian Pemkot mengurus akta kematian secara cepat, mudah, dan gratis.

Menurutnya, inovasi tersebut penting bagi ahli waris untuk proses pengurusan pensiun, warisan, klaim asuransi, pelayanan perbankan, dan sebagainya.

''Pandemi ini menuntut percepatan pelayanan publik sehingga mampu merespons permintaan masyarakat. Kota Solo mendorong berbagai tumbuhnya model pelayanan inovatif. Inovasi ini dapat dicontoh dan ditransfer (ke daerah lain). Ini terobosan pelayanan yang mudah, cepat, dan gratis,'' tutur Gibran.

Sebelumnya, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menjelaskan inovasi Junjang Adminduk.

Inovasi tersebut adalah layanan administrasi kependudukan berbasis kewenangan desa oleh fasilitator administrasi kependudukan desa untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat.

Khususnya di Kecamatan Petungkriyono dan Paninggaran yang secara geografis sulit dijangkau.

''Jenjang adminduk baru dilaksanakan di dua kecamatan. Tahun ini akan dikembangkan di lima kecamatan. Kami ingin masyakarat mendapat administrasi kependudukan secara mudah, cepat, dan gratis,'' kata Fadia Arafiq.

Perwakilan dewan juri KIPP Jateng 2021, Gunarto Taslim menjelaskan, pihaknya memilih 20 besar meliputi 10 besar OPD pemkab/ pemkot dan 10 besar OPD pemprov.

Halaman:
1
2
3
4

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pesta Miras di Cepu Memakan Korban, 5 Orang Tewas

Kamis, 20 Januari 2022 | 08:48 WIB
X