Tim Juri Siap Dampingi Inovator Pelayanan Publik ke Nasional: Ini PR Besar

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 18:11 WIB

''Ini PR besar bagi semua pihak terkait untuk bangkitkan kembali kejayaan inovasi pelayanan publik Jateng ke depan.
Khusus hasil Top 20 KIPP Jateng 2021, sangat perlu dipoles proposalnya dan diintervensi prosesnya agar jauh lebih baik
dan sesuai dengan parameter inovasi pelayanan publik, memiliki kebaruan, efektif atasi masalah, memiliki kemanfaatan bagi publik, mudah direplikasi, dan memiliki keberlanjutan,'' papar Slamet Santoso, Sabtu 16 Oktober 2021.

Menurutnya, memoles tak hanya berdimensi skill menulis proposal.

Tetapi melakukan perubahan dalam proses intervensi di lapangan, terutama komitmen elite akan inovasi daerah.

''Misalnya dalam prioritas kegiatan, anggaran, promosi SDM basis prestasi inovasi, dan sebagainya, hingga sistem pembentukan mekanisme budaya inovasi birokrasi,'' tegasnya.

Selama ini, lanjut Slamet, pihaknya hanya intervensi sebatas proposal.

Karena itu, dampaknya hanya lolos lomba tapi tak lahir inovasi baru.

Yang terjadi inovasi lama dipoles diajukan lagi, miskin inovasi.

''Berbeda dari RS Margono misalnya, selalu ada kebaruan, dan unik,'' imbuhnya.

Sejumlah evaluasi yang dilakukannya yakni perlu ada filter antara judul dan isi proposal, orientasi penyempurnaan proposal lama yang diajukan lagi ke KIPP perlu ditekankan, serta minat partisipasi OPD berkurang sehingga perlu dikaji serius.

''Perlu penyiapan matang pada proposal Top 10 untuk ajang kompetisi nasional, baik persyaratan kategori kompetisi (umum, replikasi, khusus-Red) maupun substansi perubahan teknis inovasi,'' tutur Slamet Santoso.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pesta Miras di Cepu Memakan Korban, 5 Orang Tewas

Kamis, 20 Januari 2022 | 08:48 WIB

Penduduk Miskin Jawa Tengah Turun 175,74 Ribu Orang

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:20 WIB

Polres Boyolali Musnahkan 300 knalpot Brong

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:57 WIB
X