Penyimpangan Pembangunan BLK Tahun 2019, Mantan Kadinas Nakerkop UKM Kebumen Ditetapkan Tersangka

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:01 WIB
Siti Kharisah menaiki mobil tahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kebumen dalam perkara penyimpangan Pembangunan Balai Latihan Kerja Kebumen. (suaramerdeka.com/dok)
Siti Kharisah menaiki mobil tahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kebumen dalam perkara penyimpangan Pembangunan Balai Latihan Kerja Kebumen. (suaramerdeka.com/dok)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Kejaksaan Negeri Kebumen menahan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Nakerkop UKM) Kebumen tahun 2019, Ir Hj Siti Kharisah MM, Rabu (13/10) sekira pukul 16.00.

Siti Kharisah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejaksaan Negeri Kebumen setelah diperiksa selama empat jam dan dibombardir dengan 22 pertanyaan.

Kepala Kejaksaan Negeri Kebumen Drs Fajar Sukristiawan SH MH melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Budi Setyawan SH MH menjelaskan, tersangka SK diperiksa dalam dugaan penyimpangan dan atau penyalahgunaan pada Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja pada Kegiatan Pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK).

Baca Juga: Raih Medali di PON Papua, Tak Miliki Tempat Latihan di Kota Asal

Kemudian Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil dan Menengah pada kegiatan Fasilitasi Pengembangan Sarana Promosi Hasil Produksi pada Dinas Nakerkop UKM Kebumen Tahun 2019.

Tersangka ditahan berdasarkan surat penetapan tersangka Nomor: 04/M.3.25/Fd.1/10/2021 tanggal 13 Oktober 2021.

Tersangka SK ditahan di Rutan Polres Kebumen selama 20 hari sejak 13 Oktober 2021 sampai dengan tanggal 1 November 2021.

Baca Juga: Revitalisasi Hutan Kota Krobokan, 200 Bibit Ditanam Setiap Jumat

Penyidik melakukan penahanan terhadap tersangka dikarena alasan subjektif dan objektif dari penyidik yaitu adanya dugaan atau kekhawatiran melarikan diri, mengulangi tindak pidana atau menghilangkan barang bukti.

Siti Kharisah merupakan orang kelima yang ditahan Kejaksaan Negeri Kebumen di tahun ini dalam perkara tindak pidana korupsi setelah Yani Puspitasari (Perkara PNPM Petanahan), Giyatmo, Azam Fatoni dan Kasimin (Perkara Kredit Bermasalah PD BPR BKK Kebumen).

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PPKM Level 3 Batal, DIY Tetap Perketat Pengawasan

Rabu, 8 Desember 2021 | 10:36 WIB

PKS: Kitab Kuning Pondasi Pembangunan Peradaban

Senin, 6 Desember 2021 | 12:03 WIB
X