Kecelakaan Kerja di Jepang, Buruh Migran Asal Kebumen Koma Empat Bulan

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 15:22 WIB
Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto memberikan motivasi kepada Dadang Lukmanto di Desa Tersobo, Kecamatan Prembun, Kebumen. (suaramerdeka.com/dok)
Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto memberikan motivasi kepada Dadang Lukmanto di Desa Tersobo, Kecamatan Prembun, Kebumen. (suaramerdeka.com/dok)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Dadang Lukmanto tampak tergolek di tempat tidur. Warga RT 04 RW 01 Desa Tersobo, Kecamatan Prembun, Kebumen itu lebih dari dua tahun tak bisa beraktivitas secara normal.

Ya, Dadang mengalami kecelakaan kerja saat menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Jepang.

Kaki buruh migran itu tertimpa besi sebarat dua ton saat bekerja di salah satu perusahaan kontruksi di negeri Sakura tersebut.

Baca Juga: 48,1 Juta Butir Obat Keras Ilegal dari 2 Pabrik di Sleman dan Bantul Dimusnahkan

Bahkan akibat kejadian itu, Dadang sempat koma selama empat bulan. Kondisi Dadang sudah berangsur pulih. Kaki kanannya harus diamputasi dan kaki kirinya masih belum bisa digerakan.

"Awalnya nggak ingat apa-apa, kaya hilang ingatan itu. Tapi alhamdulillah ingatanya sudah mulai pulih. Sudah kenal ibunya, tahu tempat dia bekerja sebelumnya. Tapi ada juga yang belum ia ingat," ujar sang ibu Sri Nuryani.

Nuryani juga bersyukur, pihak perusahaan memberikan perhatian dan tanggungjawabnya atas musibah ini.

Seluruh pembiayaan pengobatan ditanggung perusahaan.

Baca Juga: Jenazah Mayat Terbungkus Plastik di Kawasan Hutan Grobogan diambil Keluarga

Selain diberikan pesangon ratusan juta, Dadang juga tetap dikasih gaji bulanan oleh perusahaan sampai akhir hayatnya.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

PPKM Level 3 Batal, DIY Tetap Perketat Pengawasan

Rabu, 8 Desember 2021 | 10:36 WIB

PKS: Kitab Kuning Pondasi Pembangunan Peradaban

Senin, 6 Desember 2021 | 12:03 WIB
X