48,1 Juta Butir Obat Keras Ilegal dari 2 Pabrik di Sleman dan Bantul Dimusnahkan

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 15:19 WIB
Tiga tersangka kasus produksi obat keras ilegal ikut menyaksikan proses pemusnahan barang bukti di Mapolda DIY, Jumat 15 Oktober 2021 (suaramerdeka.com/Amelia Hapsari)
Tiga tersangka kasus produksi obat keras ilegal ikut menyaksikan proses pemusnahan barang bukti di Mapolda DIY, Jumat 15 Oktober 2021 (suaramerdeka.com/Amelia Hapsari)


SLEMAN, suaramerdeka.com - Bareskrim Polri memusnahkan 48,1 juta butir obat keras ilegal hasil sitaan dari dua pabrik yang berlokasi di Sleman, dan Bantul.

Jutaan obat berbahaya tersebut dihancurkan dengan alat insinerator. Seremonial dilakukan di Mapolda DIY, Jumat15 Oktober 2021.

Selanjutnya, barang bukti dibawa ke Semarang untuk dimusnahkan seluruhnya, mengingat di Yogyakarta belum ada fasilitas pengolahan limbah yang memadai.

Baca Juga: Sambangi Pusat Keramaian, Polisi Patroli Humanis Ajak Warga Tetap Taat Prokes

"Barang bukti sebanyak 48.188.000 butir obat keras ilegal, dan 8.465 kg bahan baku dibawa ke Semarang dengan pengawalan ketat petugas Polda DIY.

Dipastikan semua aman, tidak ada kebocoran," kata Wadir Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Kombes Jayadi saat pemusnahan barang bukti di Mapolda DIY, Jumat 15 Oktober 2021.

Pada kesempatan itu, tiga tersangka yakni WZA (53), LSK (49), dan JSR (56) juga ikut memusnahkan sejumlah barang bukti hasil kejahatan mereka. Setelah para pejabat kepolisian, kejaksaan, dan BBPOM melakukan pemusnahan secara simbolis, kemudian disusul oleh ketiga tersangka.

Dengan tangan diborgol, mereka memasukkan pil ilegal tersebut ke dalam insinerator.

Baca Juga: Galau Menentukan Ukuran Sepatu saat Belanja di Toko Online, Ini Trik Mudahnya

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PPKM Level 3 Batal, DIY Tetap Perketat Pengawasan

Rabu, 8 Desember 2021 | 10:36 WIB

PKS: Kitab Kuning Pondasi Pembangunan Peradaban

Senin, 6 Desember 2021 | 12:03 WIB
X