Suksesi Pura Mangkunegaran, Sejarawan UNS : Pewaris Tahta dari Adik, Anak, Cucu, Sampai Menantu

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:39 WIB
Pura Mangkunegaran Solo  (Putrisejati)
Pura Mangkunegaran Solo (Putrisejati)

SOLO, suaramerdeka.com - Sudah dua bulan Pura Mangkunegaran tanpa pemimpin, tanpa adipati, sejak Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IX wafat tanggal 13 Agustus silam.

Memang, proses suksesi biasanya terjadi seratus hari sesudah adipati di Pura Mangkunegaran wafat. Suksesi dilakukan melalui musyawarah secara kekeluargaan.

Tapi di luar, muncul spekulasi atau prediksi, dan otak-atik gatuk, siapa yang akan menduduki tahta di Pura Mangkunegaran.

Baca Juga: Makanan Ala Drama Korea di Resto Ini Harganya Nggak Bikin Menguras Kantong, Yuk Intip!

Baik dari sejarawan, akademisi, pengamat/pemerhati budaya, maupun kerabat Pura Mangkunegaran.

Nah, Doktor Susanto, sejarawan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang beberapa kali melakukan penelitian tentang Pura Mangkunegaran, mencoba merunut suksesi, mulai dari Mangkunegara I hingga Mangkunegara IX, berfasarkan sejarah.

Dari rangkaian suksesi yang terjadi di Pura Mangkunegaran, ternyata tahta tak selalu menurun kepada anak, terutama pada anak mbarep atau putra pertama.

"Pewaris takhta lebih banyak menurun kepada adik, anak, cucu, sampai menantu," kata Dr Susanto, Kamis 14 Oktober 2021.

Baca Juga: Pinjol Ilegal Marak, DPR Edukasi Door to Door soal Literasi Keuangan ke Masyarakat

Dr Susanto menyebutkan, pengganti Pangeran Samber Nyawa, Raden Mas Said, atau Mangkunegara I adalah RM Sulama (Mangkunegara II). RM Sulama bukanlah anak dari Raden Mas Said, melainkan cucu.

Bapak RM Sulama adalah Pangeran Arya Prabumijaya I, putra dari Mangkunegara I. Namun karena Prabumijaya meninggal, maka tahta diserahkan pada RM Sulama.

"Demikian juga dengan Mangkunegara III atau RM Sarengat juga bukan anak, tapi juga cucu dari Mangkunegara II," kata Susanto.

Baca Juga: Sim Salabim! Ini Trik Mudah Mengakali Tas Kusammu jadi Terlihat Baru

Jika tahta Mangkunegara II dan III diteruskan oleh para cucu, untuk Mangkunegara IV yang dipegang oleh KPH Gandakusuma adalah menantu sekaligus adik sepupu Mangkunegara III. Ibu Mangkunegara IV adalah putri dari Mangkunegara II.

Selanjutnya, Mangkunegara V, yakni RM Sunita adalah putra kedua dari Mangkunegara IV dari permaisuri kedua, RA Dunuk. Lantaran Pura Mangkunegaran mengalami defisit keuangan cukup besar kala itu, RM Suyitno kemudian dinobatkan sebagai Mangkunegara VI menggantikan kakaknya, RM Sunita.

Setelah berhasil menyelamatkan keuangan Pura Mangkunegaran, RM Suyitno mengundurkan diri.

"Suryo Suparto, anak dari Mangkunegara V ditunjuk sebagai pengganti menjadi Mangkunegara VII," kata Susanto.

Baca Juga: Angka Kasus Covid-19 Menurun, Hendi Berbagi Tips: Harus Cerdas Hadapi Pandemi

Nah, kata Susanto selanjutnya, dari suksesi sejak awal di Pura Mangkunegaran, baru tahta Mangkunegara VIII yang diturunkan pada anak laki-laki pertama, menggantikan orang tua.

Mangkunegara VIII, yakni RM Hamidjojo Sarosa adalah putra pertama Mangkunegara VII. RM Hamidjojo punya kakak, tapi perempuan.

Demikian dengan GPH Sujiwakusuma yang dinobatkan sebagai Mangkunegara IX, bukanlah anak mbarep dari Mangkunegara VIII. Gusti Jiwo dinobatkan menjadi Mangkunegara IX karena kakaknya meninggal akibat kecelakaan.

Bagaimana dengan suksesi di Pura Mangkunegaran yang terakhir? Belakangan, ada dua kandidat yang disebut layak menjadi adipati menggantikan KGPAA Mangkunegara IX yang telah meninggal.

Baca Juga: Edelman Trust Barometer: Kepercayaan Masyarakat pada Jurnalisme Meningkat

Yakni Gusti Pangeran Haryo (GPH) Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara dan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo.

Paundra merupakan putra pertama Sujiwakusuma dari pernikahan dengan Sukmawati Soekarnoputri, putri Presiden Soekarno.

Namun, pasangan ini bercerai. Sedang Bhre Cakrahutomo adalah putra Mangkunegara IX dari pernikahan dengan Prisca Marina Yogi Supardi yang kemudian menjadi permaisuri sampai Mangkunegara IX wafat.

Baca Juga: Buntut Bicara Kasar ke kakek Suhud, Subscriber Youtube Baim Wong Terus Menurun

"Keduanya, Paundra dan Bhre punya kesempatan sama untuk menjadi adipati. Keputusan di tangan keluarga besar Mangkunegaran. Di situ ada keluarga inti, dewan pinisepuh, dan HKMN," pungkas Susanto.

Namun belakangan, muncul nama baru sebagai kandidat, yaitu, Kanjeng Raden Mas Haryo (KRMH) Roy Rahajasa Yamin. Dia adalah cucu KGPAA Mangkunegara VIII, sekaligus cucu Mohammad Yamin, pahlawan nasional yang dikenal sebagai pelopor Sumpah Pemuda."

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Terkini

Hari Naas dan Hari Keberuntungan Selasa Kliwon

Selasa, 30 November 2021 | 10:37 WIB

Libur Akhir Tahun, Destinasi Wisata di Sleman Tetap Buka

Minggu, 28 November 2021 | 15:57 WIB

Tembakau Musim 2021 Masih Belum Menguntungkan Petani

Sabtu, 27 November 2021 | 21:49 WIB

Gebrak Bayi, Tradisi Berkah Si Buah Hati

Jumat, 26 November 2021 | 22:28 WIB
X