Perhutani Gandeng Kejari Kebumen Tangani Masalah Hukum Perdata dan TUN

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 17:42 WIB
Administratur Perum Perhutani KPH Kedu Selatan Komarudin SHut bersama Kajari Kebumen Drs Fajar Sukristyawan SH MH menunjukkan  nota kesepahaman bersama, Kamis (14/10). (suaramerdeka.com/Supriyanto)
Administratur Perum Perhutani KPH Kedu Selatan Komarudin SHut bersama Kajari Kebumen Drs Fajar Sukristyawan SH MH menunjukkan nota kesepahaman bersama, Kamis (14/10). (suaramerdeka.com/Supriyanto)

 

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Selatan menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Kebumen untuk menangani masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara (TUN).

Penandatangan nota kesepahaman bersama (MoU) dilakukan oleh Administratur Perum Perhutani KPH Kedu Selatan Komarudin SHut dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Drs Fajar Sukristyawan SH MH di Rumah Makan Momong, Kamis, 14 Oktober 2021.

Penandatangan MoU disaksikan oleh sejumlah Asisten Perhutani (Asper) di wilayah Kebumen yakni Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BPKH) Kebumen, Karanganyar, Gombong Utara dan Gombong Selatan.

Baca Juga: Gerakan 1.000 Start-Up, UAJY Gelar Edukasi Mahasiswa Jadi Pengusaha

Acara juga dihadiri oleh para jaksa di jajaran Kejari Kebumen.

Administratur Perum Perhutani KPH Kedu Selatan Komarudin SHut menjelaskan bahwa Perhutani merupakan BUMN yang diberikan amanah oleh negara untuk mengelola kawasan hutan.

Pengelolaan kawasan hutan memiliki tiga tujuan yakni melestarikan lingkungan, memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar hutan dan memberikan keuntungan kepada perusahaan dan negara.

"Tentu dalam perjalanannya, kita menemukan masalah yang bersifat pidana maupun perdana. Khusus untuk masalah perdata dan tata usaha negara kami bersinergi dengan Kejaksaan Negeri Kebumen. Untuk itulah kami menandatangani kesepahaman bersama untuk penanganan kasus perdata yang mungkin timbul atau berpotensi timbul dalam proses pengelolaan hutan," ujarnya.

Baca Juga: Lestari Moerdijat: Amandemen UUD 1945 Mesti Lewati Kajian dan Uji Publik Mendalam

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ganjar: Sikapi Fenomena Alam dengan Ilmu Titen

Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:41 WIB
X