Gelapkan 11 Unit Mobil Rental, Wanita Berparas Cantik Ditangkap

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 17:42 WIB
Tersangka Ratnasari (29) alias Nisa, diinterogasi Kapolres Pekalongan Kota AKBP Wahyu Rohadi, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres setempat, Rabu 13 Oktober 2021.(suaramerdeka.com/Kuswandi)
Tersangka Ratnasari (29) alias Nisa, diinterogasi Kapolres Pekalongan Kota AKBP Wahyu Rohadi, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres setempat, Rabu 13 Oktober 2021.(suaramerdeka.com/Kuswandi)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Seorang wanita muda berparas cantik, Ratnasari (29) alias Nisa, warga Desa Gemuh Kecamatan Blanten Kabupaten Kendal, ditangkap Tim Resmob Satreskrim Polres Pekalongan Kota.

Wanita yang berprofesi sebagai pemandu lagu (L) tersebut terpaksa diamankan petugas lantaran diduga telah menggelapkan sebelas unit mobil rental berbagai merk.

Modusnya, ia menyewa mobil rental, tetapi belakangan sebelas unit mobil tersebut justru digadaikan ke pihak lain.

Baca Juga: Lewat Overtime, Basket 3x3 Jateng Lolos Perempatfinal

Tersangka sendiri ditangkap di rumah kostnya di daerah Kelurahan Randugunting Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal.

Pengungkapan kasus tersebut berawal adanya laporan dari Budi Prasetyo (32), pengusaha rental mobil, warga Perum Linmas Indah Jalan Prisma I No.23 RT 02 RW 13 Kecamatan Krapyak Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Wahyu Rohadi didampingi Kasat Reskrim AKP Achmad Sugeng saat konferensi pers, Rabu 13 Oktober 2021 siang menjelaskan, kejadian bermula saat perkenalan tersangka dengan korban sekira bulan Januari lalu.

Baca Juga: Kakek 74 Tahun Ditahan di Rutan Polres Demak, Kapolres: Kita Tangani Kasus Secara Profesional

Korban yang merupakan pengusaha rental mobil, terbujuk oleh tersangka dengan iming-iming kerjasama jasa rental.

Semula, pembayaran beberapa unit kendaraan yang disewa tersangka berjalan lancar.

Kemudian, tersangka menambah beberapa unit lagi yang dipinjamnya, hingga total sebelas unit.

Baca Juga: Perhatikan Hal Berikut Ini Bila Terjadi Gempa Bumi

Berjalannya waktu, korban sudah mulai curiga, karena pembayaran sewa tak lagi lancar dan GPS unit kendaraan juga dimatikan.

Ternyata, semua kendaraan yang disewa, diketahui sudah digadaikan kepada sejumlah orang, dengan nominal bervariasi, dari Rp 25 juta - Rp 30 juta.

"Dalam modusnya, tersangka kerap beralibi, dari mulai alasan keponakannya meninggal dan lain sebagainya. Sehingga menimbulkan rasa iba terhadap korbannya," tutur kapolres.

Baca Juga: Papua Barat dan Yogyakarta Diguncang Gempa, Tidak Berpotensi Tsunami

Ditanya terkait, uang hasil gadai yang dilakukan oleh tersangka.

Menurutnya, habis digunakan untuk kebutuhan tersangka yang memang memiliki gaya hidup tinggi.

Dari perbuatan tersangka, tersangka dijerat Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun penjara.

Sementara akibat kasus tersebut, korban merugi hingga mencapai Rp 2 miliar.

Sementara, tersangka Ratnasari, ketika ditanya wartawan tidak mengeluarkan kata sedikitpun. Ia justru pinsan, sehingga harus dievakuasi oleh petugas.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PPKM Level 3 Batal, DIY Tetap Perketat Pengawasan

Rabu, 8 Desember 2021 | 10:36 WIB

PKS: Kitab Kuning Pondasi Pembangunan Peradaban

Senin, 6 Desember 2021 | 12:03 WIB

Komunitas Save Pekalongan Bantu Warga Terdampak Rob

Senin, 6 Desember 2021 | 09:12 WIB
X