Mageri Segoro, Polda Jateng Tanam 50.000 Bakau di Pesisir Selatan Kebumen

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 19:49 WIB
Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH bersama anggota Forkopimda menanam bibit bakau di Pantai Logending, Kecamatan Ayah, Kebumen, Selasa (12/10). (SM/dok)
Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH bersama anggota Forkopimda menanam bibit bakau di Pantai Logending, Kecamatan Ayah, Kebumen, Selasa (12/10). (SM/dok)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Sebanyak 50.000 bibit bakau ditanam di pesisir selatan Kebumen melalui program "Polda Jateng Mageri Segoro".

Kegiatan penanaman diawali di Pantai Logending Kecamatan Ayah, Kebumen, Selasa (12/10).

Penanaman bibit bakau secara simbolis dilakukan Kapolres AKBP Piter Yanottama bersama dengan Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH, Dandim 0709 Kebumen Letkol Kav MS Prawira Negara Matondang, Wakil Bupati Kebumen Hj Ristawati Purwaningsigh SST MM dan para sukarelawan.

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama menjelaskan, program Mageri Segero dari Polda Jateng mencanangkan 1 juta penanaman pohon bakau.

Baca Juga: Kejar Target Vaksinasi, Ini Upaya yang Dilakukan Bupati Blora

Di Kebumen sendiri setidaknya ada 50.000 bibit bakau yang sudah disiapkan untuk ditanam.

"Harapannya dengan adanya program ini bisa memicu semangat bagi semua pihak untuk bisa tetap peduli terhadap persoalan lingkungan. Karena bagaimana pun kita wajibkan melestarikan alam dan lingkungan untuk keberlanjutan generasi anak-anak kita mendatang," tutur AKBP Piter Yanottama.

Kapolres menyampaikan, ini adalah progam berkelanjutan yang akan dilakukan oleh kepolisian bersama pemerintah daerah untuk mendukung keletarian lingkungan.

Jadi tidak hanya mangrove, tapi penanaman pohon juga akan kita tanam di tempat-tempat lain.

"Program ini sekaligus dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN) di tengah Pandemi Covid-19 melalui rehabilitasi hutan mangrove yang sudah dicanangkan Presisi RI Joko Widodo," ujarnya.

Baca Juga: Atlet Gulat Jateng Sumbang Satu Medali Perak di PON XX Papua

Penanaman pohon ini program bagus. Bisa mengurangi dampak bencana dari perubahan iklim.

Bahaya perubahan iklim yang dimaksud yakni mengurangi abrasi, mengurangi emisi gas karbon, dan menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir laut.

"Gerakan ini sejalan dengan program Bupati Kebumen 'Nandur Wit Nggo Anak Putu' dapat menjadi triger warga masyarakat untuk lebih mencintai alam," ujarnya.

Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH menyampaikan bahwa penanaman pohon bakau merupakan sinergitas yang baik antara kepolisian dengan pemerintah sebagai wujud implementasi dari program Nandur Wit Nggo Anak Putu.

Sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap persoalan lingkungan, penanaman pohon menjadi sangat penting dilakukan.

"Alhamdulillah ini adalah sinergitas yang baik, sekaligus bentuk komitmen kami dalam hal pelestarian lingkungan dengan penanaman 50.000 bibit bakau di wilayah pesisir Kebumen," ujar Bupati.

Menurut Bupati, konservasi lingkungan khususnya di bibir pantai Kebumen dibutuhkan untuk mencegah abrasi dan penahan terhadap tsunami. Mangrove dipilih karena relatif lebih murah dan membantu kelestarian lingkungan.

Baca Juga: Baru Kali Pertama Bela Jateng, Pebiliar Angeline Magdalena Ticoalu Persembahkan Emas

“Mangrove ini bisa menahan abrasi, lingkungan terjaga, dan biayanya murah. Bayangkan kalau harus menggunakan batu penghalang, tentunya harganya cukup mahal dan tidak ada produksi oksigen,” jelasnya.

Tak hanya itu, mangrove juga bisa menjadi daya tarik sendiri bagi para wisata untuk datang ke Kebumen.

Artinya mangrove ini punya nilai fungsi yang luar biasa, bukan hanya soal ketahanan lingkungan, tapi juga punya nilai ekonomi yang bisa dikembangkan masyarakat melalui ekowisatanya.

"Ke depan, mangrove harus terus dilestarikan dan diperluas. Sehingga wisata hutan mangrove juga kian menarik pengunjung," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Ribuan Kader Kesehatan di Sleman Disuntik Booster

Selasa, 30 November 2021 | 13:27 WIB

Hari Naas dan Hari Keberuntungan Selasa Kliwon

Selasa, 30 November 2021 | 10:37 WIB

Libur Akhir Tahun, Destinasi Wisata di Sleman Tetap Buka

Minggu, 28 November 2021 | 15:57 WIB

Tembakau Musim 2021 Masih Belum Menguntungkan Petani

Sabtu, 27 November 2021 | 21:49 WIB
X